Menko AHY Siapkan Satgas-Modifikasi Cuaca Antisipasi Karhutla saat El Nino

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai mengikuti ratas dengan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menghadapi kemarau dan El Nino di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), usai mengikuti ratas dengan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menghadapi kemarau dan El Nino di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi El Nino yang berbarengan dengan musim kemarau.

Antisipasi dilakukan untuk menekan dampak terhadap masyarakat, terutama pada sektor pangan dan perekonomian.

Hal itu disampaikan AHY usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih serta sejumlah kepala lembaga di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/7).

"Kita harus menyiapkan diri sebaik mungkin agar El Nino yang berhimpit dengan masa kemarau tidak terlalu menghadirkan permasalahan yang terlalu berarti bagi masyarakat kita, termasuk mengganggu sektor pangan dan ekonomi secara keseluruhan," kata AHY.

Dari sisi infrastruktur, AHY mengatakan pemerintah memprioritaskan kesiapan sumber daya air. Ketersediaan air bersih harus tetap terjaga dengan memastikan bendungan dan waduk memiliki debit air yang mencukupi.

"Misalnya, memastikan bendungan dan waduk kita memiliki debit air yang cukup untuk suplai air bersih, suplai air baku bagi masyarakat, dan juga untuk mendukung irigasi. Irigasi ini penting karena kita harus memastikan air tetap mengalir ke sawah-sawah kita dan menjamin produktivitas pertanian kita tidak terlalu terganggu," ujarnya.

Ilustrasi El Nino. Foto: Toa55/Shutterstock

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, kata AHY, kondisi neraca air nasional masih memadai. Stok pangan nasional juga dinilai masih aman.

Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah tidak boleh lengah karena intensitas El Nino masih berpotensi meningkat.

"Tetapi kita tidak boleh lengah karena El Nino juga bisa terus meningkat derajatnya. Tadi Kepala BMKG misalnya, juga menyampaikan ada trendline yang harus kita antisipasi bersama, terutama jika masih berhimpit antara El Nino dengan masa kemarau. Mengapa? Karena di samping isu kesiapan atau ketersediaan air bersih, juga ada isu kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Tim Manggala Agni Daops Tanah Laut bersama para pihak berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (19/7/2026). Foto: IG/@balaidalkarhut_kalimantan

Petakan Daerah Rawan Karhutla

AHY mengatakan, pemerintah telah memetakan sejumlah wilayah yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Karena kita tahu di sejumlah provinsi, misalnya Riau, kemudian juga Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan sejumlah provinsi lain, apakah itu yang sifatnya lahan gambut maupun yang non-gambut, ini kerap hadir hotspot ataupun titik-titik api yang harus segera diantisipasi," papar dia.

Pemerintah menyiapkan Satgas Darat dan Satgas Udara serta melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari langkah antisipasi.

"Melalui Operasi Modifikasi Cuaca dengan metodologi yang diharapkan bisa segera memadamkan titik-titik api. Termasuk Operasi Modifikasi Cuaca untuk memastikan debit air di bendungan dan waduk, termasuk danau kita juga dalam status yang aman," ujar AHY.