Menko Cak Imin soal Kerja ke Luar Negeri Lewat SMK Go Global: Tak Ada Batas Usia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar (tengah), dan Menteri P2MI, Mukhtarudin (kanan), saat menyampaikan keterangan soal SMK Go Global di Kantor Kemenko PM pada Selasa (18/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar (tengah), dan Menteri P2MI, Mukhtarudin (kanan), saat menyampaikan keterangan soal SMK Go Global di Kantor Kemenko PM pada Selasa (18/11/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memastikan tak ada batasan usia bagi para lulusan SMK bahkan SMA yang hendak ikut serta mendaftar program SMK Go Global.

"Enggak ada batas usianya. Semua bisa ikut," kata dia di Kantor Kemenko PMK pada Selasa (18/11).

Cak Imin menyebut, terdapat sejumlah bidang pekerjaan yang dapat dijalankan yakni tukang las, perawat, hingga kontraktor.

Sejauh ini, negara-negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Hongkong, Taiwan, dan Turki menjadi negara yang peluangnya paling besar.

"Yang masih favorit negara-negara Jepang, Korea, Jerman, Hong Kong, Taiwan, Turki sudah mulai," ujar dia.

Suasana di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang lebih ramai dibanding hari biasanya jelang libur Nataru, Selasa (24/12/2024). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Adapun waktu pelatihan para lulusan bergantung pada jenis pekerjaannya. Untuk bidang keperawatan, biasanya hanya memakan waktu selama dua bulan, sedangkan tukang las memakan waktu hingga 4 bulan.

"Welder bisa 4 bulan," ujar dia.

Program SMK Go Global merupakan program yang diinisiasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk membuka kesempatan kerja di luar negeri bagi lulusan SMK dan sederajat.

Program ini dirancang agar lulusan SMK dapat bersaing dan bekerja secara profesional di berbagai sektor luar negeri sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional di sejumlah negara.

Melalui program itu, pemerintah akan memberi dukungan subsidi pelatihan serta pembekalan bahasa bagi para peserta.