Menko Cak Imin soal Kerja ke Luar Negeri Lewat SMK Go Global: Tak Ada Batas Usia

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), memastikan tak ada batasan usia bagi para lulusan SMK bahkan SMA yang hendak ikut serta mendaftar program SMK Go Global.
"Enggak ada batas usianya. Semua bisa ikut," kata dia di Kantor Kemenko PMK pada Selasa (18/11).
Cak Imin menyebut, terdapat sejumlah bidang pekerjaan yang dapat dijalankan yakni tukang las, perawat, hingga kontraktor.
Sejauh ini, negara-negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Hongkong, Taiwan, dan Turki menjadi negara yang peluangnya paling besar.
"Yang masih favorit negara-negara Jepang, Korea, Jerman, Hong Kong, Taiwan, Turki sudah mulai," ujar dia.
Adapun waktu pelatihan para lulusan bergantung pada jenis pekerjaannya. Untuk bidang keperawatan, biasanya hanya memakan waktu selama dua bulan, sedangkan tukang las memakan waktu hingga 4 bulan.
"Welder bisa 4 bulan," ujar dia.
Program SMK Go Global merupakan program yang diinisiasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk membuka kesempatan kerja di luar negeri bagi lulusan SMK dan sederajat.
Program ini dirancang agar lulusan SMK dapat bersaing dan bekerja secara profesional di berbagai sektor luar negeri sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional di sejumlah negara.
Melalui program itu, pemerintah akan memberi dukungan subsidi pelatihan serta pembekalan bahasa bagi para peserta.
