Menko Dudung Rasakan Langsung Kondisi Asap Karhutla di Palembang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau posko dan lokasi Karhutla di Kecamatan Sematang Borang Palembang, Kamis (15/10/2026). Foto: Diskominfo Palembang
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau posko dan lokasi Karhutla di Kecamatan Sematang Borang Palembang, Kamis (15/10/2026). Foto: Diskominfo Palembang

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Dudung Abdurachman, meninjau posko dan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sematang Borang Palembang, Kamis (15/10/2026).

"Tadi pagi kita juga sudah merasakan bagaimana kabut asap yang masih cukup tebal," kata Menko Polkam RI, Dudung Abdurachman.

Dudung bilang, melalui laporan yang diterima dari Danrem 044/Garuda Dempo, bahwa kabut asap yang saat ini dirasakan merupakan dampak dari karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

"Ada beberapa titik hotspot yang memang cukup banyak di OKU, dan ini perlu ditangani secara serius," ujarnya.

Menko Polkam Dudung Abdurachman meninjau posko dan lokasi Karhutla di Kecamatan Sematang Borang Palembang, Kamis (15/10/2026). Foto: Diskominfo Palembang

Maka dari itu, dirinya telah meminta Pangdam serta Kapolda Sumatera Selatan untuk lebih tegas dalam penindakan karhutla, baik masyarakat yang sengaja melakukan pembakaran termasuk korporasi.

"Pangdam dan Kapolda juga sudah menyegel beberapa perusahaan. Harus tegas, karena kalau ini dibiarkan akan semakin meluas," tegasnya.

Dudung bilang, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan pemadaman, tetapi juga harus disertai langkah pencegahan. Selain itu, perlu penambahan personel dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah jika diperlukan.

"Edukasi kepada masyarakat juga perlu diperkuat agar warga memahami dampak karhutla yang tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan stabilitas politik," jelasnya