Menko PMK: Evakuasi Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Mulai Pakai Alat Berat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko PMK RI, Pratikno (kedua kiri) bersama Kasubdit RPDO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia dan Kepala BNPB hadiri konferensi pers di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Kamis (2/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko PMK RI, Pratikno (kedua kiri) bersama Kasubdit RPDO Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia dan Kepala BNPB hadiri konferensi pers di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Kamis (2/10/2025). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Petugas gabungan mulai menerjunkan alat berat untuk mengevakuasi korban yang masih terjebak di bawah bangunan ambruk Ponpes Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10). Alat berat yang diterjunkan kali ini adalah crane.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Pratikno, mengatakan alat berat dikerahkan setelah petugas tidak menemukan tanda-tanda kehidupan.

Sebelumnya, petugas menghindari alat berat karena khawatir material akan menimpa korban hidup yang masih terjebak di bawah runtuhan.

"Tidak lagi ada tanda-tanda ditemukan kehidupan. Itu sudah dijelaskan kepada keluarga dan oleh karena itu keluarga juga setuju untuk penggunaan alat berat. Toh penggunaan alat berat pun akan digunakan dengan sangat-sangat hati-hati," ujar Pratikno di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Kamis (2/10).

Ia berharap para korban yang masih tertimbun reruntuhan bisa dievakuasi dengan selamat.

"Jadi mohon doanya, ya semoga para korban masih ditemukan selamat, kita terus berdoa untuk itu. Semoga juga keluarga korban diberi ketabahan, kesabaran, keikhlasan menghadapi musibah yang sangat memprihatinkan ini," ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, mengatakan petugas mengubah metode pencarian dari search phase menjadi crane phase pada evakuasi hari ini.

"Yang kami sampaikan justifikasi kenapa dari rescue phase kemudian pindah ke crane phase. Bolehlah kita bisa sampaikan crane phase, fase craning. Jadi kita menggunakan crane, tidak menggunakan dozer," kata Emi.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan alat berat crane saat ini telah dijalankan sejak pukul 11.30 WIB tadi siang. Ada sekitar 212 petugas yang diterjunkan pada evakuasi hari ini.

"Kegiatan sudah mulai. Tadi crane sudah masuk. Personel orang-orang sudah masuk. Jadi crane-nya itu mengambil tadi yang disampaikan Pak Freezer balok-baloknya diawasi oleh orang-orang. Nanti bisa lihat streaming. Artinya dari begitu tadi orang tuanya sudah mengizinkan, sudah membuat berita acara langsung masuk. Karena timnya sudah siap dari tadi pagi," ujar Suharyanto.