Menko Polhukam: Bangsa Sekuler Dekat dengan Keterasingan, Banyak yang Bunuh Diri
·waktu baca 2 menit

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, (Menko Polhukam), Hadi Tjahjanto, bicara soal pentingnya keselarasan aspek material dan spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Katanya, hal ini terus-terusan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat sejak dulu hingga saat ini.
“Ketidakseimbangan aspek antara material dan spiritual menjadi tantangan bagi masyarakat sejak dulu hingga saat ini,” kata Hadi saat memberikan sambutan di pembukaan Munas Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Santika Dyandra Hotel, Medan, Kamis (8/8).
Kata Hadi, bila salah satu aspek lebih menonjol, maka akan memberikan dampak negatif.
“Bangsa yang terlalu menekankan pada aspek material berujung tidak bahagia, walau mungkin secara ekonomi dapat dikatakan sejahtera. Kita dapat menyaksikan problem kemanusiaan pada masyarakat sekuler yang mengalami keterasingan. Mengalami depresi yang berujung pada tinggi angka bunuh diri,” kata dia.
“Hal tersebut juga banyak jadi faktor ekstremisme, termasuk ekstremisme radikalisme dalam beragama. Di sisi lain terdapat masyarakat yang mengesampingkan dunia sehingga terpuruk pada keterbelakangan,” sambungnya.
Kata Hadi, agama Islam menjadi salah satu agama yang mendapat dampak akibat ketidakseimbangan ini.
“Hal ini membawa persepsi keliru tentang agama termasuk Islam. Islam dipersepsikan keliru sehingga sebagai sumber akar dan keterbelakangan Islam ditakuti karena tidak selaras kemajuan zaman,” sambungnya.
Untuk itu, kata Hadi, peran remaja masjid sangat diperlukan.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Ketua Dewan Pembina DPP BKPRMI Syafuddin, Ketum DPP BKPMRI Said Aldi, PJ Gubernur Sumut Agus Fatoni, hingga Wakapolda Sumut Brigjen Rony Samtana.
