Menko Polhukam: Media Berperan Penting di Pilkada, Mampu Tangkal Berita Hoaks

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan paparannya di Forum Koordinasi dan Konsultasi Peran Strategis Media Massa Nasional Dalam Rangka Mendukung Pemberitaan yang Positif pada Pilkada Serentak Tahun 2024 Berjalan Kondusif, Aman, dan Lancar. Foto: Alya Zahra/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan paparannya di Forum Koordinasi dan Konsultasi Peran Strategis Media Massa Nasional Dalam Rangka Mendukung Pemberitaan yang Positif pada Pilkada Serentak Tahun 2024 Berjalan Kondusif, Aman, dan Lancar. Foto: Alya Zahra/Kumparan

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto mengatakan, media massa memiliki peranan penting dalam pelaksaan Pilkada 2024. Menurutnya, media konvensional mampu menyampaikan informasi yang kredibel dan menangkal hoaks.

Peranan penting inilah yang seringkali menjadikan media sebagai pengawas sekaligus jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah.

“Peran media ini sangat dipentingkan, di antaranya adalah peran media dalam rangka memberikan informasi yang kredibel tanpa adanya berita-berita hoaks,” ujar Hadi Tjahjanto di Flores Ball Room, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (4/9).

Ilustrasi wartawan. Foto: Shutter Stock

Eks Panglima TNI ini menjelaskan, media mampu menjadi pengawas independen terkait informasi yang beredar. Media memiliki posisi yang sangat strategis untuk menangkal berita negatif selama Pilkada.

“Karena media ini bersifat sangat strategis dalam menangkal berita-berita negatif dan kita akan memberikan berita-berita yang positif sesuai dengan kondisi di lapangan, agar pelaksanaan Pilkada serentak ini bisa berjalan dengan aman, damai dan lancar,” imbuhnya.

Kemenko Polhukam menggelar Forum Koordinasi dan Konsultasi Peran Strategis Media Massa Nasional Dalam Rangka Mendukung Pemberitaan yang Positif pada Pilkada Serentak Tahun 2024.

Dalam forum diskusi turut hadir sejumlah pimpinan redaksi dari media nasional Indonesia untuk mengawal informasi menjelang Pilkada.