Menko Polkam Ingatkan Potensi Kebakaran TPA Sampah di Tengah Kemarau

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helikopter dikerahkan untuk memadamkan kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/7/2026). Foto: BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter dikerahkan untuk memadamkan kebakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (6/7/2026). Foto: BNPB

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, mengingatkan potensi kebakaran lahan selama kemarau melanda. Tak cuma lahan hutan, tempat pembuangan sampah juga harus diperhatikan.

“Kita juga harus memperhatikan tempat pembuangan akhir sampah. Itu jadi pengawasan kita, jangan sampai itu terbakar kita memikirkan yang sana (kebakaran hutan), yang sini (TPA) terbakar,” ujar Djamari saat konferensi pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8).

Sejumlah langkah antisipasi terus dilakukan agar tidak ada TPA sampah yang terbakar. Mulai penyiraman air hingga mengawasi orang-orang yang beraktivitas di sekitar TPA.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyampaikan keterangan pers usai rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Gedung Utama Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

“Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan itu adalah di TPA itu selalu dibasahi agar tidak terbakar,” jelasnya.

“Selain itu juga diawasi, dicegah jika ada orang yang membuang puntung rokok di sekitar itu,” ucapnya.

Jika kecolongan, kebakaran TPA menimbulkan risiko kesehatan akibat adanya gas metana beracun yang terkandung dari sampah dan diperparah asap saat terbakar.

“Jika terbakar, seperti yang kita ketahui ada gas metana yang sangat berbahaya buat kesehatan kita semua,” pungkasnya.