Menko Polkam Sebut Kapolda-Pangdam Bisa Dicopot Kalau Gagal Tangani Karhutla

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kegagalan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bisa mengancam karier para Kapolda hingga Pangdam setempat.
Pernyataan itu disampaikan Djamari merespons pertanyaan wartawan soal Presiden ke-7 RI, Jokowi, yang pernah mengeluarkan kebijakan akan mencopot Kapolda hingga Pangdam yang gagal menangani karhutla.
"Masih berlaku (kebijakan tersebut). Pada saat saya berkeliling ke daerah, saya tekankan itu. Keberhasilan Anda mengendalikan (karhutla) tadi adalah bagaimana karier Anda ke depan," kata Djamari kepada wartawan, Senin (10/8).
Menurut Djamari, tingkat keberhasilan itu diukur dari bagaimana aparat setempat bisa mengendalikan titik-titik api yang ada.
"Bukan hanya ada, kalau titik api kan bisa titik api banyak. Sekarang pun titik api ada. Artinya, dalam upaya mengendalikannya disebut, diukur berhasil atau tidak berhasil. Kalau tidak berhasil, dia punya konsekuensi," jelasnya.
Dalam catatan kumparan, Presiden Jokowi pernah menyampaikan pandangannya mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Jokowi menekankan kepada seluruh jajaran staf Kementerian LHK dan BNPB mengenai aturan main yang ditetapkan pemerintah terkait penanganan karhutla.
"Kenapa ini kita lakukan terus? Karena yang saya takutkan adalah ada gubernur baru, ada bupati baru, ada pangdam baru, ada danrem baru, yang baru masuk ke daerah itu. Ada kapolda baru, ada kapolres baru yang masuk daerah rawan kebakaran sehingga tidak tahu aturan main kita yang sudah kita ubah sejak 2016," kata Jokowi saat memimpin Pengarahan tentang Upaya Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2020 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/2/2020).
Jokowi pun meminta jajarannya, khususnya TNI-Polri, untuk benar-benar mengawasi pengawasan dan penanganan karhutla di masing-masing wilayah. Bahkan Jokowi menegaskan akan mencopot Dandim, Pangdam, dan Kapolda jika tidak bisa menangani karhutla dengan baik.
"Tegas saya sampaikan, pasti saya telepon ke Panglima (dan) ke Kapolri. Kalau ada kebakaran di wilayah kecil agak membesar, saya tanya Dandimnya sudah dicopot belum. Kalau sudah membesar pasti saya tanyakan, Pangdam sama Kapolda sudah diganti belum," tuturnya.
