Menkomdigi Bertemu Developer Roblox: Mereka Harus Buat Laporan dan Perbaikan
·waktu baca 2 menit

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut telah bertemu dengan developer gim Roblox di kantornya pada Kamis (14/8). Ia pun menyampaikan beberapa hal kepada mereka.
“Jadi, tadi kita menerima Roblox, yang datang langsung perwakilan dari Asia Pasifik dan juga kita tadi sudah meminta beberapa hal. Yang paling utama adalah sesuai aturan harus ada perwakilan yaitu kantor di Indonesia,” ucap Meutya di Kantor Komdigi, Jakarta, pada Kamis (14/8).
“Kemudian juga harus patuh dan mengikuti regulasi yang ada terkhusus PP Tunas (peraturan pemerintah tentang perlindungan anak di ruang digital) dan juga SAMAN (Sistem Pengawasan Konten) yang isinya adalah perlindungan untuk anak di ruang digital,” tambahnya.
Kata Meutya, Roblox akan memberikan laporan-laporan terkait permintaannya itu.
“Mereka mengatakan akan memberikan laporan-laporan dan kita terus pantau. Pada prinsipnya adalah harus sekali lagi patuh dan taat kepada hukum yang berlaku di Indonesia,” ucap Meutya.
“Tadi mereka sudah menjelaskan, ini tahap awal. Jadi, kita itu kalau melihat sesuatu tidak boleh kita langsung satu tahapan selesai,” tambahnya.
Menurut Meutya, ke depannya akan ada pertemuan-pertemuan lanjutan dengan developer gim Roblox itu. Usai dari pertemuan-pertemuan itu, Komdigi baru akan memutuskan apakah gim itu harus diblokir atau tidak.
“Ini tahap awal, nanti secara berkala kita akan panggil lagi baru kemudian kita putuskan apakah memang ini perlu diblokir ataukah perlu pembatasan usia yang diperlukan,” ucap Meutya.
“Atau syukur-syukur kalo dalam waktu 1-2 bulan ini Roblox khususnya untuk layanan di Indonesia melakukan perbaikan-perbaikan yang menyeluruh,” tandasnya.
Gim Roblox tengah menjadi sorotan publik belakangan ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai gim ini mengandung kekerasan yang bisa ditiru oleh anak-anak.
Pendapatnya itu pun diamini sejumlah psikolog anak. Namun, menurut beberapa psikolog, gim ini lebih baik dilakukan perbaikan dan pembantasan usia ketimbang diblokir. Sebab, dalam gim masih dinilai bisa mengembangkan kreativitas anak.
Sementara itu, sejumlah negara telah melarang Roblox, seperti China, Turki, Oman, dan Qatar, dengan alasan kekhawatiran terhadap keselamatan anak.
Roblox sebenarnya bukanlah satu gim, melainkan sebuah platform atau metaverse yang di dalamnya terdapat jutaan gim. Pengguna bisa membuat dan memainkan berbagai macam gim yang dibuat oleh pengguna lain dari seluruh dunia.
