Menlu Arrmanatha Tegaskan Sikap Indonesia untuk Palestina Tak Berubah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir usai acara press statement di Gedung Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir usai acara press statement di Gedung Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan dukungan Indonesia terhadap Palestina tidak akan berubah. Indonesia akan terus mendukung rakyat Palestina hingga hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud.

Pernyataan itu disampaikan Arrmanatha dalam konferensi pers pertamanya sebagai Menlu di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (12/10). Pada hari yang sama, ia menjalani serah terima jabatan dengan Sugiono, pendahulunya sebagai Menlu.

“Sikap Indonesia terhadap Palestina tidak pernah berubah karena konstitusi kita tidak berubah. Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak-hak mereka terpenuhi dan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud,” jelas Arrmanatha.

Ia mengatakan, dukungan Indonesia terhadap Palestina akan diwujudkan melalui sejumlah langkah, mulai dari perlindungan rakyat Palestina hingga bantuan kemanusiaan.

“Langkah nyatanya jelas: perlindungan bagi rakyat Palestina, bantuan kemanusiaan, pemulihan rekonstruksi Gaza, serta penguatan kapasitas Otoritas Palestina,” lanjutnya.

Para siswa Palestina mengikuti hari pertama tahun ajaran baru di sekolah UNRWA, Nuseirat, Jalur Gaza bagian tengah, Sabtu (19/9/2026). Foto: Mahmoud Issa/REUTERS

Arrmanatha mengatakan Indonesia akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendorong perdamaian, termasuk bagi Palestina.

“Di dunia yang makin terbelah, kemampuan Indonesia untuk berbicara dengan semua pihak adalah aset diplomasi kita. Dalam Semangat Bandung, aset itu akan terus kita gunakan untuk mendorong perdamaian, termasuk untuk Palestina,” kata dia.

Arrmanatha juga menegaskan pergantian menteri tidak mengubah arah politik luar negeri Indonesia yang berpegang pada prinsip bebas aktif.

“Menteri boleh berganti, arah politik luar negeri Indonesia tidak. Kompas kita bukan selera pribadi seorang menteri, melainkan konstitusi,” pungkasnya.