Menlu AS: Taliban Sedang Mencari Legitimasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Antony Blinken, yang ditunjuk Joe Biden sebagai Menteri Luar Negeri AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts
zoom-in-whitePerbesar
Antony Blinken, yang ditunjuk Joe Biden sebagai Menteri Luar Negeri AS. Foto: REUTERS/Joshua Roberts

Menlu Amerika Serikat Antony Blinken merespons pengumuman pemerintahan baru Afghanistan di bawah Taliban. Dia mengisyaratkan, pengakuan terhadap Pemerintahan Afghanistan tak datang dengan sendirinya.

Blinken mengatakan, Taliban wajib meraih legitimasi tersebut dari negara-negara dunia. Penyataan tersebut disampaikan Blinken usai melakukan pembicaraan dengan negara sekutu AS.

"Taliban sedang mencari legitimasi. Segala legitimasi, dukungan, harus diraih," ucap Blinken seperti dikutip dari Reuters.

Seorang tentara Taliban berdiri di sebuah jalan di Kabul, Afghanistan, Rabu (1/9). Foto: WANA via REUTERS

Menambahkan Blinken, seorang pejabat Kemlu AS yang minta namanya disamarkan menegaskan semua negara di dunia sependapat dengan AS. Pemerintahan Afghanistan di bawah Taliban tidak akan mudah diakui.

Bahkan diplomat senior itu mengatakan, Pakistan tak akan langsung memberikan legitimasi kepada Afghanistan di bawah Taliban. Padahal, Taliban-Pakistan dikenal sebagai kerabat dekat.

"Pakistan ada di sana. Mereka membicarakan soal peranan unik dari prespektifnya. Mereka jelas berkata bahwa harus terlibat pada tingkat tertentu," kata pejabat itu.

kumparan post embed

Pakistan sendiri memang belum secara resmi mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan. Namun, Pakistan mendukung pembentukan pemerintahan demi mencegah kekosongan pemerintahan.

"Kami tidak akan membiarkan terciptanya kekosongan politik di Afghanistan yang dapat membawa pada ketidaknyamanan dan ketidakstabilan," ucap Menlu Pakistan Shad Mahmood Qureshi.

"Afghanistan yang stabil dan damai hanya bisa raih lewat upaya lebih tidak kurang dan juga keterlibatan regional dan internasional," tutur dia.