Menlu China Terima Kunjungan Luhut, Ajak RI Lawan Intimidasi Perdagangan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menlu China Wang Yi di Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2020). Foto: Kemenko Marves
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menlu China Wang Yi di Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (12/1/2020). Foto: Kemenko Marves

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan Menlu China Wang Yi pada Selasa (20/5). Dalam pertemuan itu, Luhut menyatakan Indonesia dan China menikmati hubungan persahabatan yang kuat.

"Dan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kerja sama yang saling menguntungkan dengan China," kata Luhut sebagaimana dilaporkan People's Daily Online, Rabu (21/5).

Luhut berharap dapat mempertahankan hubungan yang kuat dengan China di berbagai level. Selain itu, Luhut berharap kerja sama antara kedua negara dapat ditingkatkan.

"Meningkatkan hubungan antarmasyarakat dan mendorong kemajuan yang lebih besar dalam membangun komunitas Indonesia-China dengan masa depan bersama, bersama-sama memajukan solidaritas dan kerja sama di antara Global South," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wang Yi juga mengajak Indonesia bersama China melawan unilateralisme dan reaksi keras terhadap globalisasi, serta bekerja sama dalam membangun rumah bersama di Asia Pasifik.

instagram embed

"Dunia saat ini tengah menghadapi lonjakan uniteralisme dan tindakan intimidasi perdagangan yang merugikan kepentingan semua negara," kata Wang Yi.

Menurut Wangi Yi, China dan Indonesia harus tetap setia dalam aspirasi awal di balik pembentukan hubungan diplomatik dalam menghadapi berbagai risiko dan tantangan, menegakkan kemerdekaan dan otonomi, memperlebar kerja sama yang saling menguntungkan, dan menjaga keadilan.

"Selamat kepada Indonesia yang telah menjadi anggota tetap BRICS. China akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Asia Pasifik dan mempromosikan integrasi ekonomi regional," tuturnya.

Wang Yi juga menyinggung 75 tahun peringatan hubungan diplomatik China dan Indonesia. Wang Yi menyatakan China berkomitmen memajukan proyek-proyek unggulan seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung, memperkuat kerja sama di berbagai bidang seperti urusan maritim dan sumber daya mineral.

"Memanfaatkan potensi sektor-sektor yang sedang berkembang untuk saling mendukung pembangunan berkualitas tinggi," pungkasnya.