Menlu dan Menhan RI-Jepang Sepakat Perkuat Kerja Sama Diplomatik-Pertahanan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Sugiono (kiri) menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenlu
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Sugiono (kiri) menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenlu

Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro untuk memimpin Pertemuan 2+2 yang digelar di Iikuri Guest House, Tokyo, Jepang, pada Senin (17/11).

Dalam pertemuan itu, Indonesia dan Jepang memandang penting untuk semakin mengintensifkan kerja sama di bidang politik, pertahanan dan keamanan, utamanya dalam menavigasi dinamika global yang semakin tak menentu.

“Pertemuan bilateral Indonesia dan Jepang kali ini sangat strategis, terutama melihat situasi kawasan dan global yang diwarnai berbagai macam isu, mulai dari persaingan ekonomi hingga rivalitas politik," kata Sugiono dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/11) dari keterangan resmi Kemlu RI.

Sugiono bersama Sjafrie menegaskan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan Kemitraan Komprehensif Strategis melalui kerja sama konkret yang saling menguntungkan masyarakat kedua negara serta berkontribusi kepada perdamaian di kawasan dan global.

Salah satu kerja sama konkret yang menjadi perhatian adalah kelanjutan dari program hibah Kapal Patroli Cepat dari Jepang ke Indonesia, melalui program Official Security Assistance yang mendorong peningkatan kapasitas keamanan maritim Indonesia.

Menlu Sugiono (kiri) menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenlu

Selain itu, juga dibahas rencana groundbreaking pembangunan Pasar Ikan Natuna sebagai salah satu Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang bernilai sekitar USD 5,6 juta (setara Rp 93 miliar) pada awal Desember 2025.

Terkait situasi di kawasan, Indonesia menegaskan kembali pentingnya memperkuat dialog serta pendekatan yang konstruktif sehingga dapat terwujud stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan bersama. Sugiono menekankan pentingnya sentralitas ASEAN dalam mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang inklusif dan resilien, termasuk melalui implementasi ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP).

Dalam konteks global, Sugiono kembali menegaskan konsistensi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sugiono menyampaikan harapan agar Indonesia dan Jepang dapat meningkatkan kerja sama, di antaranya dalam upaya kemanusiaan dan proses rekonstruksi di Gaza.

Untuk isu kawasan, Jepang menyinggung 4 isu. Yang pertama adalah situasi di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

"Menteri Motegi dan Menteri Koizumi menyatakan kekhawatiran serius terhadap upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekuatan dan intimidasi yang terus berlanjut serta meningkat. Selain itu, keempat Menteri memastikan pentingnya untuk mematuhi hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), dari posisi untuk mendukung tatanan maritim yang berdasarkan supremasi hukum," kata Kedubes Jepang dalam keterangannya.

Menlu Sugiono (kiri) menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenlu

Yang kedua adalah situasi di Korut. Para menteri dari kedua negara menyampaikan kekhawatiran serius terhadap perkembangan pengembangan nuklir maupun rudal, serta kerja sama militer antara Korut dan Rusia, dan memastikan pentingnya pelaksanaan penuh resolusi Dewan Keamanan PBB terkait denuklirisasi total Korut.

"Selain itu, Menteri Motegi meminta pengertian dan kerja sama lebih lanjut dan mendapat dukungan dari Indonesia dalam penyelesaian segera masalah penculikan warga Jepang," ujarnya.

Isu yang ketiga ada terkait situasi di Timur Tengah, utamanya soal isu di Palestina. Baik Indonesia dan Jepang sepakat bahwa two-state solution harus segera diimplementasikan.

"Keempat menteri telah melakukan konfirmasi untuk bekerja sama, termasuk dalam kerangka Pertemuan Promosi Kerja Sama Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (CEAPAD) demi rehabilitasi dan rekonstruksi Gaza yang secepat mungkin serta perwujudan "solusi dua negara"," tuturnya.

Isu yang terakhir adalah mengenai situasi di Myanmar. Indonesia dan Jepang menyatakan kekhawatirannya atas situasi di Myanmar.

"Keempat menteri berbagi kekhawatiran serius terhadap situasi yang semakin memburuk, sehingga memastikan untuk terus bekerja sama secara erat," pungkas Kedubes Jepang.

Penguatan Ekonomi dan Investasi Indonesia-Jepang

Menlu Sugiono (kiri) menghadiri pertemuan 2+2 dengan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu dan Menhan Jepang Koizumi Shinjiro di Iikura Guest House, Tokyo, Jepang. Foto: Dok. Kemenlu

Sugiono dan Menlu Toshimitsu melakukan pertemuan terpisah yang membahas isu kerja sama yang lebih luas. Di antaranya yang dibahas adalah prospek pengembangan ekonomi hijau sebagai pendorong penguatan hubungan ekonomi dan investasi Indonesia–Jepang.

Dialog antara pemimpin kedua negara juga menjadi topik dalam pertemuan tersebut, dimana dipandang penting untuk terus menjaga intensitas komunikasi di antara keduanya.

Indonesia dan Jepang sebagai negara kepulauan juga memiliki pandangan serupa mengenai nilai strategis kerja sama sektor maritim, untuk mendukung kesejahteraan nelayan, meningkatkan ketahanan pangan, pengadaan kapal nelayan dan patroli serta memperkuat keterhubungan hasil laut Indonesia dengan rantai suplai global.