kumparan
12 Januari 2020 17:15

Menlu Israel Tunda Kunjungan Kerja ke Dubai karena Masalah Keamanan

PTR, Menlu Israel, Israel Katz
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz. Foto: REUTERS/Amir Cohen/File Photo
Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, memutuskan untuk menunda rencana kunjungan kerja di Dubai, Uni Emirat Arab. Keputusan itu diambil mengingat situasi kemanan di Timur Tengah belum stabil setelah serangan balasan militer Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, Minggu (12/1), Israel Katz yang juga menjabat sebagai Menteri Intelijen Israel dijadwalkan akan menghadiri pertemuan Expo 2020 pada pertengahan bulan ini di Dubai.
"Atas instruksi pejabat keamanan, Menlu akan menunda kunjungan ke Dubai," kata seorang diplomat Israel.
Sementara salah seorang diplomat lainnya meminta pihak keamanan Israel menyiapkan langkah pencegahan dan pengamanan kepada Katz. Sebab, diduga Katz menjadi salah satu target yang akan diserang oleh militer Iran.
Menlu Israel Yisrael Katz
Menlu Israel Yisrael Katz. Foto: AFP/SEBASTIAN SCHEINER
Meski begitu, diplomat itu tidak memberikan bukti kuat dan sumber yang jelas atas dugaannya yang menyebut Katz akan ditarget oleh militer Iran.
Konflik di Irak dimulai dari pembunuhan kontraktor AS oleh pecahan militer Hashed, Kataib Hizbullah. Hashed adalah milisi Syiah Irak yang mendapatkan sokongan dana dan pelatihan dari Iran.
ADVERTISEMENT
Pembunuhan kontraktor AS dibalas dengan serangan udara yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani, pemimpin Pasukan Quds, dan Abu Mahdi al-Muhandis, komandan milisi Syiah Hashed al-Shaabi yang disokong Iran. Hal itu memicu kemarahan Ayatullah Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.
Pada Rabu, Iran membalas lagi dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak, tanpa ada korban jiwa. Kedua negara memperlihatkan gelagat tidak ingin memperpanjang konfrontasi yang akan merugikan kedua belah pihak.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan serangan ke pangkalan militer AS telah "menyelesaikan" respons mereka atas pembunuhan Soleimani.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan