Menlu Retno Buka BDF ke-15 di Bali, Singgung Tantangan Demokrasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan paparan saat pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-15 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Kamis (8/12/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan paparan saat pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) ke-15 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali, Kamis (8/12/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Menlu Retno Marsudi membuka Bali Democracy Forum (BDF) ke -15 di Nusa Dua pada Kamis (8/12). BDF kali ini dihadiri oleh 323 peserta yang terdiri dari 112 negara dan 5 organisasi internasional.

Dalam sambutannya, Retno mengaku penerapan demokrasi secara umum tak berjalan sempurna dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, kepercayaan publik terhadap demokrasi menurun.

"Saya tahu demokrasi tidak sempurna dan hampir tidak dapat diandalkan," katanya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membuka Bali Democracy Forum (BDF) ke -15 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Kamis (8/12)/ Denita br Matondang-Kumparan. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Meskipun demikian, menurutnya, demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik. Pemerintah berhasil melayani kepentingan masyarakat melalui demokrasi.

"Pilihan ada di tangan kita, apakah kita mau memberi kesempatan pada demokrasi atau kita mau menyerah. Untuk Indonesia pilihannya sangat jelas, kita harus memupuk semangat demokrasi dan memperkokoh fondasi demokrasi," katanya.

Keberhasilan Indonesia menerapkan demokrasi dapat dilihat dari cara penanganan pandemi virus corona. Pemerintah berusaha mencari solusi yang tepat untuk menangani virus sekaligus menjaga perekonomian tetap berjalan.

Pemerintah telah berhasil memberikan vaksin COVID-19 dengan dosis lengkap kepada 144 juta warga hingga saat ini. Pada Oktober 2023, Indonesia merilis vaksin IndoVac yang diproduksi dari PT Biofarma, sebuah perusahaan dalam negeri.

Data dari badan statistik kami menunjukkan bahwa 4,15 juta pekerja adalah usia produktif dan masih terdampak pandemi. Prinsip solidaritas memainkan peran besar dalam memandu upaya pemulihan kami. Namun, Data BPS menunjukkan sebanyak 4,14 juta pekerja usia produktif masih terdampak pandemi.

"Itu sebabnya kami merancang program berbasis komunitas untuk berdonasi dan mendistribusikan makanan kepada orang-orang yang terkena dampak pandemi COVID-19," katanya.

Retno memprediksi tantangan demokrasi pada tahun 2023 semakin besar. Hal ini dipengaruhi oleh inflasi, krisis ekonomi dan pangan. Ia berharap berkolaborasi antar negara dapat mempertahankan nilai-nilai demokrasi.

"Itulah sebabnya kami memberikan peningkatan kapasitas dan demokrasi serta tata kelola yang baik dan itulah mengapa kami mendesak nilai-nilai demokrasi harus menjadi dasar hubungan persahabatan antar bangsa," katanya.