Menlu Retno: Kerja Sama Ekonomi Hijau ASEAN-Korsel Penting untuk Ditingkatkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI
zoom-in-whitePerbesar
Para menlu negara anggota ASEAN pada ASEAN Ministerial Meeting di Phnom Penh, Kamboja, Rabu (03/08/2022). Foto: Twitter/@Menlu_RI

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan pentingnya peningkatan kerja sama di bidang ekonomi hijau antara ASEAN dan Korea Selatan (Korsel).

Hal ini disampaikan Retno dalam pertemuan tingkat menteri ASEAN-Republic of Korea (RoK) Ministerial Meeting yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja, pada Kamis (4/8).

"Korea Selatan merupakan salah satu mitra penting ASEAN. Selama pandemi, kemitraan ASEAN-Korsel telah bekerja dengan baik dalam penanganan pandemi," ungkap Retno dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Ia mengisyaratkan bahwa kemitraan ASEAN-Korsel harus menjadi bagian dari solusi untuk menghadapi tantangan regional dan global.

Lebih lanjut, Retno mengatakan, kemitraan dengan Korsel juga patut ditingkatkan demi pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Dalam konteks tersebut, pihak Indonesia memfokuskan kerja sama di bidang ekonomi hijau dan transisi energi.

Pertemuan Ke-55 Para Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM). Foto: Twitter/@Kemlu_RI

Namun kerja sama di bidang transisi energi memiliki tantangannya tersendiri. Dibutuhkan kerja sama investasi dalam jumlah yang besar dan alih teknologi untuk mewujudkan sinkronisasi yang baik antar keduanya.

"Salah satu investasi yang memiliki masa depan yang baik adalah pengembangan ekosistem kendaraan listrik," kata Retno dalam pernyataan tersebut.

Ia menambahkan, Indonesia dan Korea Selatan saat ini sedang merencanakan penyelenggaraan pertemuan ASEAN-RoK Carbon Dialogue. Pertemuan ini dapat menciptakan ruang dialog bagi negara-negara anggota untuk merencanakan kebijakan carbon pricing.

Retno mengatakan, investasi untuk teknologi rendah karbon dan proyek-proyek sangat penting dan sejalan dengan komitmen Korea Selatan mengenai Green New Deal.

Mewakili Indonesia, Retno menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Korea Selatan dalam ASEAN Catalytic Green Finance Facility (ACGF). ACGF adalah inisiatif dana infrastruktur ASEAN yang mendukung negara-negara Asia Tenggara melalui bantuan teknis dan pendanaan proyek infrastruktur berkelanjutan.