Menlu Retno: Untuk Pertama Kali Diplomat Kongo Kunjungi Indonesia

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentri Luar Negeri, Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Kongo, Leonard She Okitundu, Kamis (6/9/18). (Foto: Andreas Ricky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mentri Luar Negeri, Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri Kongo, Leonard She Okitundu, Kamis (6/9/18). (Foto: Andreas Ricky/kumparan)

Hubungan antara Republik Demokratik Kongo dan Indonesia menecetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, seorang diplomat Kongo mengunjungi Indonesia.

Individu yang menciptakan sejarah tersebut adalah Wakil Perdana Menteri Kongo Leonard She Okitundu Lundula. Pada Kamis (6/9) pria yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri tersebut tiba di Jakarta dan langsung melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Retno.

Kedatangan Leonard disambut baik Retno. Sebab, kehadiran yang bersangkutan menandakan dibukanya lembaran baru hubungan kedua negara yang sebenarnya sudah terjalin lebih dari setengah abad.

"Karena ini merupakan kunjungan kerja pertama Diplomat Kongo ke Indonesia sejak pembukaan hubungan diplomatik kedua negara pada tahun 1963 atau 55 tahun lalu. Kunjungan ini jadi tonggak baru, hubungan bilateral kedua negara." ujar Retno di Gedung Pancasila, Kamis (6/9).

Mengutip situs Kemlu RI, hubungan diplomatik RI-Kongo dimulai pada 1963 dengan pembukaan perwakilan RI di Leopoldville, yang kemudian ditutup tahun 1964 setelah jatuhnya PM Patrice Lumumba.

Hubungan dibuka kembali pada 1984 dan Perwakilan RI untuk Kongo dirangkap dari KBRI Dakar, Senegal. Sebaliknya Perwakilan Kongo untuk Indonesia dirangkap dari Kedubes Zaire di New Delhi. Zaire merupakan nama resmi Kongo yang dipakai dari 1971 sampai 1997.

Retno mengatakan, pertemuan dirinya dan Leonard yang berlangsung kurang lebih satu jam membahas beberapa hal terkait hubungan bilateral kedua negara, terutama di sektor perekonomian.

"kita membahas upaya untuk mengukuhkan fondasi kerja sama yang lebih kongkrit khusunya di bidang ekonomi," jelas Retno.

Sementara itu, Leonard mengatakan kesempatannya berkunjung ke Indonesia adalah permulaan baik perkembangnya hubungan bilateral dua negara itu. Apalagi, sesudah bertemu Retno RI-Kongo menandatangani kesepakatan pembentukan komisi bersama.

"Kami senang karena sudah menandatangani komisi bersama, saya berharap kota dapat memperkuat kerja sama bersama," sebut Leonard.