Menlu: RI Kecam Keras Insiden yang Tewaskan Pasukan Perdamaian di Lebanon

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan nasional pada High-Level Segment Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-61 di Jenewa, Swiss (23/2/2026). Foto: Kemlu RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan pernyataan nasional pada High-Level Segment Sidang Dewan HAM PBB Sesi ke-61 di Jenewa, Swiss (23/2/2026). Foto: Kemlu RI

Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada Senin (30/3) menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit Indonesia, Praka Farizal Rhomadhon, yang bertugas dalam misi UNIFIL di Lebanon.

Sugiono, yang tengah mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Tokyo, Jepang, itu menegaskan pemerintah Indonesia mengecam keras insiden tersebut sekaligus serangan-serangan Israel di Lebanon selatan.

“Kami mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon selatan, serta kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, selain satu prajurit gugur, tiga prajurit dari Indonesia turut menjadi korban.

“Beliau (Praka Farizal Rhomadhon) gugur kemudian ada juga tiga rekannya yang luka, satu luka berat saat ini masih koma, kemudian dua mengalami luka ringan,” katanya.

“Kami menyampaikan ungkapan duka dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang prajurit kita,” sambung Sugiono.

Menurutnya, eskalasi konflik dalam sekitar satu bulan terakhir telah berdampak besar di kawasan sehingga upaya penghentian kekerasan menjadi mendesak.

Suasana rumah duka anggota TNI yang gugur saat tugas dalam misa perdamaian di Lebanon, Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, di Ledok RT 17, Kelurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah menawarkan diri sebagai mediator untuk mendorong tercapainya deeskalasi dan gencatan senjata.

Selain itu, pemerintah telah menugaskan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi prajurit serta menyiapkan proses pemulangan jenazah.

Di akhir pernyataannya, ia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit yang gugur atas dedikasinya dalam menjalankan misi kemanusiaan dan menjaga perdamaian dunia.