Menlu Sebut Rencana Merawat Warga Gaza di Indonesia Galang Masih Tahap Awal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Sugiono menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai Sidang Tahunan MPR/DPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Sugiono menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui usai Sidang Tahunan MPR/DPR RI 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan

Rencana pemerintah untuk membawa warga Gaza yang terluka dirawat di Indonesia masih dibahas. Rencananya, Pulau Galang menjadi salah satu lokasi alternatif perawatan warga Gaza.

"Sekarang kita masih dalam tahap awal, ya. Kemarin saya sampaikan juga bahwa kita sedang memperhitungkan lokasi di mana, alternatif-alternatif tempatnya. Banyaklah urusan teknis," kata Menlu Sugiono usai mengikuti Sidang Tahunan DPR/MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (15/8).

Sugiono kembali menegaskan bahwa perawatan medis warga Gaza di Indonesia belum tentu di Pulau Galang. Ia menyatakan, Pulau Galang menjadi salah satu lokasi alternatif.

"Kan saya bilang tadi sedang cari alternatifnya. Beberapa, salah satunya di [Pulau] Galang kemarin, kan. Terus kita cari yang mungkin infrastrukturnya sudah ada," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan para menteri untuk memberikan bantuan layanan pengobatan bagi sekitar 2 ribu warga Gaza. Rencananya, perawatan warga Gaza akan dipusatkan di Pulau Galang.

Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, mengatakan Pulau Galang dipilih karena memiliki fasilitas rumah sakit dan infrastruktur pendukung yang memadai untuk menangani kebutuhan medis berskala besar. Apalagi, Pulau Galang pernah dipakai untuk isolasi pasien COVID-19 pada 2020-2021.

"Di Pulau Galang terdapat fasilitas rumah sakit, termasuk fasilitas pendukung lainnya yang bisa digunakan untuk mengobati sekitar 2.000 warga Gaza," kata Hasan Nasbi.