Menlu Sugiono Akan Tingkatkan Hubungan RI-Slovakia Jadi Kemitraan Strategis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu Sugiono (kanan) dan Menlu Republik Slovakia, Juraj Blanár (kiri)  MoU bebas visa diplomatik (3/2/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu Sugiono (kanan) dan Menlu Republik Slovakia, Juraj Blanár (kiri) MoU bebas visa diplomatik (3/2/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Indonesia menyambut usulan peningkatan hubungan bilateral dengan Slovakia menjadi kemitraan strategis (strategic partnership). Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dengan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Slovakia Juraj Blanár di Jakarta pada Selasa (3/2), yang sekaligus menandai kunjungan resmi pertama Banar ke Indonesia.

Sugiono mengatakan, dari hasil pembahasan kedua pihak, terdapat banyak sektor strategis yang berpotensi diperkuat dan dikembangkan bersama. Karena itu, Indonesia membuka peluang untuk membawa hubungan kedua negara ke level yang lebih tinggi.

“Saya menyambut baik usulan untuk meningkatkan hubungan ini menjadi kemitraan strategis antara Indonesia dan Slovakia, karena dari diskusi yang kita lakukan terdapat begitu banyak sektor strategis yang dapat kita perkuat dan kembangkan bersama,” kata Sugiono dalam pernyataan pers bersama.

Sugiono menambahkan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akan menindaklanjuti usulan tersebut dengan mengajukannya kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diambil keputusan resmi.

“Tentu saja Kementerian Luar Negeri Indonesia juga akan mengusulkan hal ini kepada Presiden untuk diputuskan peningkatan hubungan tersebut menjadi kemitraan strategis,” ujarnya.

Menlu Sugiono (kanan) dan Menlu Republik Slovakia, Juraj Blanár (kiri) di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Pertemuan bilateral ini juga diwarnai dengan penandatanganan perjanjian pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas. Menurut Sugiono, kesepakatan tersebut menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih dalam di masa depan.

Di sisi lain, Menlu Slovakia Juraj Blanár menyebut hubungan Indonesia dan Slovakia memiliki fondasi historis yang kuat. Ia menegaskan, peningkatan status hubungan ini diharapkan menjadi awal era baru kerja sama kedua negara.

“Saya benar-benar merasakan suasana yang sangat konstruktif dan positif antara kedua negara kita, dan saya pikir kita dapat memulai sebuah era baru dalam kerja sama timbal balik antara Slovakia dan Indonesia,” ungkap Blanár.

Menlu Sugiono (kanan) dan Menlu dan Urusan Eropa Republik Slovakia Juraj Blanar (kiri) saat pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Blanár juga menyampaikan kesiapan Slovakia untuk menyelesaikan perjanjian kemitraan strategis agar dapat segera ditandatangani, bahkan membuka peluang penandatanganan dilakukan di Slovakia.

“Kami sepakat untuk menyelesaikan perjanjian kemitraan strategis ini agar siap untuk ditandatangani di Slovakia sebagai bukti nyata penguatan kerja sama kita,” katanya.

Selain isu kemitraan strategis, kedua menlu turut membahas kerja sama di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pertahanan, pendidikan, hingga peran masing-masing negara di fora multilateral.