Menlu Sugiono Dorong ASEAN Solid Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong kerja sama ASEAN yang lebih erat untuk merespons dampak konflik Timur Tengah dan tantangan kawasan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina (7/5/2026). Foto: Dok. Kemenlu
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong kerja sama ASEAN yang lebih erat untuk merespons dampak konflik Timur Tengah dan tantangan kawasan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina (7/5/2026). Foto: Dok. Kemenlu

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong ASEAN memperkuat koordinasi dan solidaritas kawasan dalam menghadapi dampak konflik di Timur Tengah yang dinilai mulai menguji ketahanan Asia Tenggara.

Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN atau ASEAN Foreign Ministers’ Meeting (AMM) di Cebu, Filipina, Kamis (7/5), Sugiono menegaskan ASEAN harus tetap menjadi kawasan yang stabil dan dipercaya di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

"Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan," kata Sugiono dalam pidatonya.

Sugiono menyebut konflik di Timur Tengah kini memberi efek berantai terhadap kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ia menilai ASEAN perlu memperkuat kohesi internal sekaligus meningkatkan keterlibatan eksternal secara lebih bermakna.

Dalam forum tersebut, Sugiono juga memuji kepemimpinan Filipina selaku ketua ASEAN 2026 yang dinilai cepat mengoordinasikan respons bersama terhadap situasi global saat ini.

Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong kerja sama ASEAN yang lebih erat untuk merespons dampak konflik Timur Tengah dan tantangan kawasan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina (7/5/2026). Foto: Dok. Kemenlu

Menurut Sugiono, meningkatnya jumlah negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) menunjukkan ASEAN masih dipandang sebagai mitra strategis yang dipercaya dunia internasional.

"TAC bukan sekadar perjanjian untuk menahan diri, tetapi juga seruan untuk memperdalam kerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama," ujarnya.

Turki, Myanmar, dan Timor Leste

Indonesia dalam kesempatan itu juga kembali menyatakan dukungan agar Turki segera menjadi mitra wicara ASEAN.

Selain isu Timur Tengah, Sugiono turut menyinggung perkembangan di Myanmar. Ia menyebut pembebasan tahanan politik dan pemindahan Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah menjadi sinyal positif menuju stabilitas politik.

"Ini merupakan perkembangan positif. Kami mendorong pemerintahan baru Myanmar untuk bekerja sama dengan ASEAN guna memulihkan stabilitas, meredakan kekerasan, dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat berjalan aman," jelas Sugiono.

Menteri Luar Negeri Sugiono mendorong kerja sama ASEAN yang lebih erat untuk merespons dampak konflik Timur Tengah dan tantangan kawasan pada Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina (7/5/2026). Foto: Dok. Kemenlu

Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap proses integrasi Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN.

Pertemuan Menlu ASEAN ini menjadi bagian dari rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di bawah keketuaan Filipina bertema "Navigating Our Future, Together".

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bertolak menuju Cebu, Filipina dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang berlangsung pada 7-8 Mei 2026. Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Menlu Sugiono dijadwalkan akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5) besok. Prabowo telah lepas landas dari Jakarta pada Kamis ini.

Fokus utama pertemuan kali ini adalah respons ASEAN terhadap situasi di Timur Tengah serta penguatan ketahanan kawasan, termasuk pangan dan energi.