Menlu Sugiono: Gencatan Senjata Momentum Dorong Perdamaian di Palestina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pemaparan saat Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (10/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan pemaparan saat Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, (10/1/2025). Foto: Muhammad Ramdan/ANTARA FOTO

Menlu Sugiono mengapresiasi kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Rabu (15/1) malam oleh Qatar. Sugiono mengatakan, kesepakatan gencatan senjata sudah sesuai dengan apa yang selama ini didorong masyarakat internasional.

“Langkah penting berikut adalah memastikan kesepakatan tersebut dilaksanakan segera dan secara komprehensif, untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” kata Sugiono lewat tulisannya di X (Twitter), Kamis (16/1).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein Al Sheikh di Kazan, Rabu (23/10/2024). Foto: Dok. Kemlu RI

Sebab, lanjut Sugiono, puluhan ribu orang tewas karena kekejaman Israel di Palestina.

“Ini bukan statistik semata. Setiap angka adalah nyawa manusia,” tegasnya.

Otoritas Gaza menyebut korban tewas diperkirakan mencapai 46 ribu, mayoritas wanita dan anak-anak. Sedangkan sejumlah analis memperkirakan korban sebenarnya bisa lebih banyak dari itu.

Bangunan-bangunan yang hancur di Beit Hanoun di Jalur Gaza, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, seperti yang terlihat dari Israel selatan, Selasa (7/1/2025). Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS

Lebih lanjut Sugiono berharap agar kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas jadi momentum penting untuk mendorong perdamaian di Palestina.

“Kita harapkan gencatan senjata ini bisa menjadi momentum mendorong perdamaian di Palestina. Saya tegaskan juga bahwa perdamaian tersebut hanya dimungkinkan jika Palestina telah merdeka dan berdaulat, sesuai dengan solusi dua negara yang telah disepakati masyarakat internasional,” ujar politikus Gerindra ini.

Indonesia Kirim Bantuan ke Gaza via Pesawat Hercules C130 TNI AU, Kolaborasi dengan Yordania, Selasa (9/4/2024) Foto: Dok Kementrian Pertahanan

Terakhir, ia memastikan komitmen pemerintah Indonesia dalam upaya pemulihan kembali Palestina pasca gencatan senjata.

“Indonesia juga siap berkontribusi kepada upaya pemulihan kehidupan bermasyarakat di Gaza, baik itu melalui bantuan kemanusiaan, dukungan terhadap peran UNRWA, ataupun upaya rekonstruksi Gaza,” pungkasnya.