Menlu Sugiono Pastikan Kawal Kasus Zetro Seterang-terangnya
·waktu baca 3 menit

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono ikut menjemput kepulangan jenazah staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (9/9) malam. Ia didampingi oleh pihak keluarga almarhum.
Dalam kesempatan itu, Sugiono mengungkapkan akan mengawal kasus kematian Zetro seterang-terangnya. Ia akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Peru.
Zetro diduga tewas ditembak pembunuh bayaran di dekat apartemennya di distrik Lince, Lima, Peru.
"Selamat jalan Zetro saudara kami menghadaplah dengan tenang dan kami akan meneruskan apa yang jadi perjuanganmu, tenanglah di sana,” ucap Menlu Sugiono dalam keterangannya, Selasa (9/9).
“Kami juga menyampaikan komitmen kami untuk bisa menyelesaikan urusan ini dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya,” lanjutnya.
Politisi Gerindra itu juga menyampaikan rasa duka yang mendalam pada prosesi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
"Kami menyampaikan turut berduka cita karena kami juga berduka. Kita semua berduka dengan kejadian ini,” tutur Sugiono dengan mata berkaca-kaca.
“Karena saya dan rekan-rekan yang hadir baik Kementerian Luar Negeri merupakan juga keluarga besar Zetro dan pada hari ini kita sambut kedatangannya kembali ke Tanah Air," tambahnya.
Menlu mendoakan mendiang Zetro diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta ketabahan.
"Kita doakan tenang berada di samping Tuhan Yang Maha Kuasa tempat kita semua akan kembali. Kami melepas kepergian saudara kita dengan penuh duka namun kita semua yakin beliau sudah berada di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," tuturnya.
Sementara itu pihak keluarga almarhum Zetro mengucapkan terima kasih telah memfasilitasi pemulangan jenazah ke tanah air.
Tiopan Purba, selaku perwakilan keluarga, juga percaya bahwa Pemerintah Indonesia akan mengawal terus proses penyelidikan yang masih dilakukan otoritas Peru.
“Kami sangat percaya pemerintah dalam hal ini Menteri Luar Negeri akan mengusut tuntas Bapak katakan tadi seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya kami amat sangat percaya Bapak Menteri,” ucap Tiopan.
Jenazah Zetro tiba di tanah air pukul 17.58 WIB dengan penerbangan KLM Royal Dutch Airlines KL809 rute Kuala Lumpur–Jakarta. Peti jenazah kemudian dibawa ke Human Remains Terminal Lounge (HRTL) untuk prosesi serah terima.
Usai prosesi, jenazah diberangkatkan dengan ambulans milik Kementerian Luar Negeri menuju rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Pembunuh Bayaran
Kepolisian Peru mengungkap pembunuh pegawai Kemlu, Zetro Leonardo Purba, di dekat apartemennya di Lima kemungkinan merupakan pembunuh bayaran.
Media lokal Peru melaporkan, penyelidikan terbaru polisi mengungkap pembunuhan Zetro kemungkinan terkait dengan seseorang yang diketahui dengan nama panggilan ‘El Chino’.
“Seseorang dengan nama panggilan ‘El Chino’ kemungkinan terlibat dalam kematian Zetro,” kata sumber kepolisian yang mengetahui penyelidikan kasus itu, dikutip dari La Republica, Kamis (4/9).
Berdasarkan catatan kepolisian, sosok yang disebut ‘El Chino’ itu merupakan ketua geng ‘One Family’. Kejahatan yang dilakukan geng ini di antaranya eksploitasi seksual, pemerasan, dan pembunuh bayaran.
Penembakan Zetro Purba di Peru
Berdasarkan laporan televisi lokal, Panamarica Television, Zetro sedang bersepeda bersama istrinya. Ia kemudian dicegat oleh orang tak dikenal di dekat apartemennya di distrik Lince, Lima, Peru.
Begitu dicegat, orang tak dikenal itu melepaskan tiga kali tembakan. Tembakan paling fatal mengenai kepala Zetro.
Usai penembakan, Zetro dilarikan ke Klinik Javier Prado dan dinyatakan tewas di sana. Berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian setempat, Zetro baru lima bulan tinggal di Peru.
