Menlu Taiwan: China Gelar Latihan Perang untuk Bersiap Menginvasi
·waktu baca 2 menit

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan, latihan militer China yang mengepung daratan serta perairan Taiwan adalah langkah persiapan Beijing untuk menginvasi dan mengubah status quo di kawasan Asia-Pasifik.
“China telah menggunakan latihan militer dan buku pedoman militernya untuk bersiap-siap menginvasi Taiwan,” kata Wu dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Taipei pada Selasa (9/8), seperti dikutip dari AFP.
Konferensi pers ini berlangsung usai angkatan militer Taiwan menyelenggarakan latihan menembak sebagai simulasi untuk mempertahankan diri jika terjadi serangan di pulau itu.
Tak hanya bagi angkatan militer, sejak China meningkatkan aktivitas militernya di sekitar Taiwan, pemerintah Taipei telah meningkatkan kewaspadaannya dengan menyelenggarakan simulasi keselamatan bahkan bagi penduduk sipil.
Wu menyebut intimidasi dan permainan perang Beijing sebagai pelanggaran fatal terhadap hak-hak Taiwan. Ia juga mengeklaim taktik itu adalah upaya Beijing untuk menguasai perairan di sekitar Taiwan hingga kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas.
Menurut Wu, semua itu dilakukan China demi memperluas pengaruhnya di kawasan tersebut. “Tujuan China sebenarnya adalah mengubah status quo di Selat Taiwan dan seluruh wilayah di sekitarnya,” pungkas dia.
Mewakili Taiwan, Wu menegaskan kembali kecamannya atas latihan militer yang masih dilakukan Beijing hingga Senin (8/8), bahkan ketika awalnya mereka menyebut latihan itu akan berakhir sehari sebelumnya, yakni pada Minggu (7/8).
Wu juga menggarisbawahi tindakan China yang menggelar latihan militer di perairan dan wilayah udara yang menjadi salah satu rute pengiriman terpadat di dunia.
China meluncurkan latihan militer terbesarnya di sekitar Taiwan sebagai bukti protes atas kedatangan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taipei pada Selasa (2/8). Latihan militer ini telah mengepung daratan dan perairan Taiwan sejak pekan lalu.
Sementara China mengecam kedatangan Pelosi, pemerintah Taipei justru berterima kasih atas dukungan Barat terhadap kedaulatan negaranya.
Wu mengapresiasi Amerika Serikat yang berdiri bersama Taiwan dalam melawan intimidasi China.
“(Latihan militer) ini juga menyiratkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa demokrasi tidak akan tunduk terhadap intimidasi yang dilakukan kaum otoritarianisme,” tegas Wu.
