Menlu Ungkap Ada Kendala Pemulangan WNI Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Sugiono menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera di Gedung Palapa, Kemlu pada Jumat (5/12/2025). 
 Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Sugiono menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir dan longsor Sumatera di Gedung Palapa, Kemlu pada Jumat (5/12/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan adanya kendala dalam proses pemulangan jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po, Hong Kong.

Ia menjelaskan, prosedur pemulangan jenazah dari wilayah tersebut memang membutuhkan waktu, bahkan di luar situasi darurat.

“Memang ada kendala peraturan setempat mengenai pemulangan. Tapi kita juga akan berusaha untuk mencari jalan-jalan supaya bisa cepat,” kata Sugiono kepada wartawan di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta pada Jumat (5/12).

"Karena dalam proses, dalam situasi normal juga pemulangan jenazah dari Hong Kong itu agak sedikit lama prosedurnya,” sambungnya.

Data dari Kemlu per Kamis (4/12) kemarin, ada 140 WNI yang bekerja dan tinggal apartemen itu sebagai tenaga kerja migran sektor domestik.

Sebanyak 9 orang WNI menjadi korban tragedi itu. Sementara 129 WNI dinyatakan selamat.

Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya memadamkan api yang melahap perancah bambu di beberapa gedung di perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). Foto: Tyrone Siu/REUTERS

“Yang terkonfirmasi kemarin yang selamat 129. Kemudian sejauh ini belum ada penambahan dari korban meninggal,” ujarnya.

Sugiono menyampaikan rasa duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ia menjelaskan bahwa meskipun ada hambatan regulasi, pemerintah terus berupaya mencari solusi agar jenazah dapat segera dipulangkan ke Tanah Air.

"Ya kita, saya mengucapkan berduka cita juga atas WNI-WNI kita yang meninggal di sana,” ucap dia.

Hingga kini, pemerintah masih terus memantau situasi di lapangan, termasuk mencari keberadaan WNI yang masih hilang.

"Ya upaya identifikasi masih dilakukan. Untuk menemukan," pungkasnya.

Kebakaran apartemen tersebut terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kebakaran terjadi saat dilakukan pemeliharaan/renovasi pada 7 dari 8 blok apartemen.