Menlu Ungkap Perkembangan Rencana RI Kirim 20 Ribu Pasukan Perdamaian ke Gaza

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menghadiri KTT Peringatan ASEAN - Selandia Baru pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/10/2025). Foto: Lillian Suwanrumpha/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono menghadiri KTT Peringatan ASEAN - Selandia Baru pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (28/10/2025). Foto: Lillian Suwanrumpha/Pool via REUTERS

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bicara soal rencana pengiriman 20 ribu pasukan perdamaian RI ke Gaza.

Sugiono mengatakan, rencana ini masih dalam tahap koordinasi dengan negara-negara di sekitar Palestina.

“Tadi disampaikan bahwa kita akan terus melakukan koordinasi dengan negara-negara yang ada di sekitar Palestina, khususnya Yordania, yang kita sebut kemarin group of New York,” ujar Sugiono kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11).

Sugiono menuturkan, Indonesia masih menunggu keputusan final untuk memberikan bantuan pasukan perdamaian itu. ‘Semuanya masih dalam koordinasi,” ungkapnya.

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dari Indonesia sedang berpatroli di sepanjang Garis Biru di sekitar El Odeisse, Lebanon selatan. 16 Februari 2023. Pasqual Gorriz (UNIFIL) Foto: Pasqual Gorriz (UNIFIL)

Sebelumnya Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian. Sebanyak 20 ribu pasukan akan disiapkan.

Sjafrie bilang, pengiriman pasukan perdamaian itu masih menunggu keputusan dari dua opsi yang disiapkan.

Kata dia, opsi pertama adalah dari mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan opsi kedua adalah organisasi internasional yang diinisiasikan oleh Presiden Amerika Serikat.

“Nah, ini yang memerlukan pembicaraan yang tentunya tidak dalam waktu singkat, tapi memerlukan satu kesepakatan bersama,” tuturnya di Kantor Kemhan, Jumat (14/11).