Menolak Lupa! Satu Tahun Perjalanan Kasus Novel Baswedan

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Satu tahun perjalanan kasus Novel Baswedan (Foto: Putri Sarah Arifina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Satu tahun perjalanan kasus Novel Baswedan (Foto: Putri Sarah Arifina/kumparan)

Tepat satu tahun kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan bergulir. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda pelaku penyiraman air keras itu terungkap.

Wacana pembentukan TGPF untuk menguak pelaku penyiraman hingga kini belum juga terealisasi. Publik pun mempertanyakan keseriusan aparat dan pemerintah dalam menyelesaikan kasus Novel.

Novel dikenal sebagai penyidik senior KPK yang berprestasi. Ia tercatat pernah menangani kasus-kasus besar. Pada 2012 Novel berhasil menguak kasus suap Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom. Pada tahun yang sama, Novel berhasil menguak korupsi proyek simulator SIM Korlantas Polri yang melibatkan Irjen Djoko Susilo.

Selain itu, pada 2013 Novel berhasil menguak kasus suap ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Teranyar, 2014 Novel menguak Megakorupsi e-KTP. Kasus itu masih berjalan hingga sekarang. Bahkan banyak yang mengatakan penyiraman air keras terhadap Novel karena keikutsertaannya dalam menguak kasus e-KTP ini.

Bagaimana perjalanan satu tahun kasus penyiraman air keras terhadap Novel? Berikut kumparan (kumparan.com) rangkum dalam sebuah infografik:

Satu tahun perjalanan kasus Novel Baswedan (Foto: Putri Sarah Arifina/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Satu tahun perjalanan kasus Novel Baswedan (Foto: Putri Sarah Arifina/kumparan)