Menpar Kaji SOP Imbas Pendaki Brasil Tewas di Rinjani: Demi Keamanan Wisatawan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Foto: Dok. Kemenpar
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana. Foto: Dok. Kemenpar

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana angkat bicara soal insiden jatuhnya pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, Juliana De Souza Pereira Marins.

Widiyanti menyebut, Kemenpar tengah mengkaji ulang standar operasional prosedur (SOP) terkait keamanan wisatawan agar Zero Accident.

“Kami melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian dan lembaga seperti perhubungan, kehutanan, kelautan, Basarnas,” kata Widiyanti saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (3/6).

video from internal kumparan

Widiyanti menjelaskan, koordinasi ini dilakukan agar SOP dari masing-masing sektor yang terkait dengan destinasi wisata dapat diselaraskan dan diperbarui jika diperlukan.

“Kemarin kami berkoordinasi untuk mereview SOP dari masing-masing kementerian. Karena kan ada seperti gunung itu di Kementerian Kehutanan, daerah konservasi laut itu di bagian Kementerian Kelautan, dan perhubungan kapal dan transportasi. Kami akan bersama-sama mengkaji SOP dan duduk bersama-sama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kajian dilakukan untuk memastikan aspek-aspek keamanan dan kenyamanan wisatawan semakin baik ke depan.

“Apa nih yang dulunya kurang, kita tambahkan. Jadi supaya kita bisa meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” tutup Widiyanti.

Pemulangan jenazah Juliana di RSBM, Bali, Senin (30/6/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Juliana Marins, WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani, Juni 2025 Foto: Instagram/@resgatejulianamarins

Juliana jatuh saat mendaki gunung Rinjani pada hari Sabtu (21/6). Saat pertama kali ditemukan menggunakan drone thermal, ia diduga masih hidup.

Namun, saat tim SAR sampai di lokasinya sedalam 600 meter pada Selasa (24/6), Juliana dinyatakan meninggal dunia. Proses evakuasinya menemui berbagai rintangan dari medan yang sulit hingga cuaca berubah-ubah.