Mensesneg: Presiden Lanjut Cek Penanganan Karhutla di Sumatera

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) meninjau lokasi karhutla di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) meninjau lokasi karhutla di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan peninjauan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke wilayah Sumatera. Kunjungan tersebut akan dimulai dari Provinsi Riau setelah sebelumnya Prabowo meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Prasetyo mengatakan, kunjungan Prabowo ke Sumatera dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif.

"Setelah meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, Presiden Prabowo Subianto akan melanjutkan kunjungan ke Sumatera, yang akan dimulai dari Provinsi Riau, untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu, dan efektif," kata Prasetyo dalam keterangannya, Senin (24/8).

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

Prasetyo mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir melindungi masyarakat terdampak karhutla dan kabut asap.

"Kunjungan ini akan menjadi bagian dari komitmen Presiden untuk memastikan negara hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap," ujarnya.

Dia mengatakan hasil kunjungan Prabowo ke Kalimantan menunjukkan langkah tanggap darurat telah berjalan. Pemerintah juga terus memperkuat penanganan di lapangan.

"Dari hasil kunjungan di Kalimantan, Presiden telah memastikan langkah tanggap darurat berjalan optimal," kata Prasetyo.

Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden

"Upaya percepatan telah membuahkan hasil melalui penambahan armada water bombing, penebalan personel darat dari unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta penyiagaan fasilitas kesehatan bagi warga," lanjutnya.

Selain memperkuat penanganan, Prabowo juga menginstruksikan penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti terlibat dalam karhutla.

"Presiden juga telah menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi, di mana aparat penegak hukum telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi yang terbukti terbakar maupun lalai dalam menjaga lahannya," ujarnya.

Menurut Prasetyo, fokus penanganan kini diperluas ke Sumatera, terutama Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Fokus penanganan kini akan diperluas ke Sumatera, khususnya Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan," katanya.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, terdapat 2.894 titik panas (hotspot) di 10 provinsi di Sumatera.

"Dengan konsentrasi tertinggi di Sumatera Selatan sebanyak 1.410 titik, Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik," ujar Prasetyo.

Sementara itu, luas lahan terbakar di 10 provinsi di Sumatera pada 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare.

Pemerintah, kata Prasetyo, terus memperkuat operasi terpadu untuk menangani karhutla.

"Pemerintah terus memperkuat operasi terpadu melalui pemadaman darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)," katanya.

"Penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru serta melindungi masyarakat dari dampak kabut asap," lanjutnya.

Pemerintah juga memantau kualitas udara di wilayah terdampak. Prasetyo mengatakan kondisi udara di sejumlah kota telah masuk kategori tidak sehat.

"Pemerintah juga terus memantau kualitas udara, terutama karena Pekanbaru tercatat memiliki AQI 225 atau kategori sangat tidak sehat, sementara Jambi dan Palembang masing-masing berada pada AQI 187 dan 180," ujarnya.

Prabowo juga memastikan seluruh unsur terkait bergerak dalam satu komando dalam penanganan karhutla.

"Presiden memastikan seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga unsur masyarakat, bergerak dalam satu komando," kata Prasetyo.

Dia menambahkan, kondisi lahan gambut menjadi perhatian khusus karena api dapat menjalar di bawah permukaan.

"Kondisi lahan gambut mendapat perhatian khusus karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul, sehingga membutuhkan pemadaman, pembasahan, dan penyisiran secara berulang," ujarnya.

Selain pemadaman, pengawasan terhadap area konsesi dan penegakan hukum juga akan diperkuat.

"Pengawasan areal konsesi dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan atau membiarkan terjadinya kebakaran juga akan diperkuat," kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan kunjungan Prabowo ke Sumatera merupakan kelanjutan dari penanganan karhutla di Kalimantan.

"Kunjungan Presiden ke Sumatera, yang akan dimulai dari Riau, menjadi kelanjutan dari penanganan karhutla di Kalimantan dan merupakan satu kesatuan upaya nasional," ujarnya.

"Pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan pengerahan sumber daya, dengan prioritas menghentikan perluasan kebakaran, menekan munculnya titik api baru, serta memastikan masyarakat tetap terlindungi dari dampak karhutla dan kabut asap," kata dia.