Mensesneg soal Bupati Pati dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT KPK: Kita Prihatin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers penertiban kawasan hutan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers penertiban kawasan hutan di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keprihatinannya atas terjeratnya Wali Kota Madiun, Maidi, dan Bupati Pati, Sudewo, dalam operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan korupsi oleh KPK.

“Tentunya kita prihatin. Kembali terjadi OTT yang melibatkan kepala daerah,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (20/1).

Prasetyo menyampaikan bahwa kasus ini harus menjadi alarm bagi semua pihak bahwa persoalan korupsi masih menjadi pekerjaan rumah. Ia mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto juga berkali-kali menekankan pentingnya memerangi korupsi.

“Itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita perangi bersama. Berkali-kali dalam berbagai forum, Bapak Presiden terus mengingatkan hal tersebut,” ujarnya.

Wali Kota Madiun Maidi dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/1/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Adapun kedua kepala daerah tersebut terjerat OTT KPK. Wali Kota Madiun Maidi terjaring OTT terkait dugaan suap proyek dan dana corporate social responsibility (CSR).

Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sementara itu, Bupati Pati Sudewo terjerat dalam kasus dugaan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.