Mensesneg soal Pembangunan Universitas RI: Lahannya Masih Dicek

Pemerintah menyatakan proses pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) masih berada pada tahap persiapan. Saat ini, pemerintah masih melakukan pengecekan terhadap lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat ditanya mengenai pembangunan Universitas RI yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto.
“Ditunggu pembangunannya, masih dicek lahannya,” kata Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk lembaga baru yang diberi nama Universitas Republik Indonesia (URI)/Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK).
Wamenhan Donny Ermawan Taufanto telah resmi dilantik Prabowo menjadi Gubernur URI/Kepala BPPK dan akademisi ITB Yos Sunitiyoso sebagai wakilnya pada Rabu (22/7).
Donny menyebut kampus utama URI akan didirikan di daerah Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat.
Apa itu URI/BPPK?
“Jadi mungkin perlu saya sampaikan ini karena ini lembaga baru, mungkin pada belum dengar,” kata Donny usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7).
Donny menjelaskan, Prabowo menaruh perhatian para sumber daya manusia di Indonesia, terutama untuk menciptakan pemimpin masa depan.
Karenanya, Prabowo membentuk sebuah lembaga yang akan mengintegrasikan berbagai jenjang pendidikan.
“Jadi nanti di bawah Gubernur URI atau juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, ini nanti akan ada tiga institusi: yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara,” jelas dia.
Badan Pengelola Sekolah Unggulan nantinya akan membawahi Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Kemudian, Badan Pengelola Perguruan Tinggi nantinya akan membawahi 10 universitas baru yang akan dibangun Prabowo di kemudian hari.
Lembaga Administrasi Negara (LAN) nantinya juga akan terintegrasi di bawah badan baru ini. Bila selama ini LAN hanya memberikan pembinaan terhadap ASN maupun BUMN, nantinya lembaga ini bisa mencetak pegawai baru.
