Mensesneg Ungkap Arahan Prabowo: Tambah Anggaran Riset Rp 4 T, Harus Berdampak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi usai Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi usai Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan pemerintah untuk mengkaji penambahan anggaran riset hingga Rp 4 triliun. Saat ini, arahan tersebut tengah ditindaklanjuti bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Prasetyo mengatakan arahan tersebut sebenarnya telah disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan sebelumnya di Istana.

“Loh sudah dong (mengarahkan untuk mengkaji tambah anggaran), kan di pertemuan yang sebelumnya waktu di Istana, beliau sudah juga memberikan petunjuk untuk menambah anggaran riset kita kan sampai di angka Rp 4 triliun. Nah, setelah itu sudah kemudian kita tindak lanjuti bersama-sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains dan Teknologi, bersama dengan Bappenas dan BRIN yang sekarang dipimpin oleh Prof. Arif Satria, mantan Rektor IPB, untuk menyatukan semua riset kita,” kata Pras usai menghadiri penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6).

Menurutnya, pemerintah kini tengah menyusun peta jalan riset nasional agar seluruh penelitian berjalan dalam satu arah kebijakan yang sama.

“Jadi peta jalan riset seperti tadi bukunya kan juga sudah dihasilkan yang intinya adalah riset-riset yang sekarang kita jalankan, semua harus dalam satu grand design. Yang pertama,” tutur Pras.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Riset Harus Berdampak

Selain memiliki arah yang sama, Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo juga menginginkan hasil riset dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

“Yang kedua, riset-riset yang kita jalankan diharapkan riset-riset yang langsung memberikan dampak untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi gitu,” kata Pras.

Ia mencontohkan riset yang berkaitan dengan pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy) maupun pengembangan energi alternatif sebagai bidang yang diharapkan menjadi prioritas.

“Misalnya contoh riset tentang sampah, waste to energy, kemudian peralihan kalau dari LPG nanti menuju ke CNG. Nah, riset-riset yang langsung-langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Saya pikir begitu,” sambungnya.

Penutupan Sarasehan Kebangsaan di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Alasan Prabowo Hadiri Pembukaan dan Penutupan KSTI

Prasetyo juga menjelaskan alasan Presiden Prabowo menghadiri pembukaan sekaligus penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026.

Menurutnya, Prabowo memandang para rektor, dekan, dan guru besar sebagai aset intelektual bangsa yang perlu dilibatkan dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan nasional.

“Ya sebagaimana yang di awal, di awal pembukaan disampaikan bahwa bagi Pak Prabowo, bagi Bapak Presiden, ya para dekan, guru besar, rektor itu adalah pribadi-pribadi yang terpintar yang dimiliki oleh sebuah bangsa,” ucap Pras.

“Nah dari situlah tentu beliau berpandangan bahwa dalam rangka menyelesaikan seluruh masalah bangsa kita yang sekarang kita hadapi, ya beliau ingin mengajak seluruh civitas akademika untuk mari bersama-sama. Jadi individu-individu yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, mari bekerja sama untuk saling mengeluarkan kemampuan terbaiknya di bidangnya masing-masing tetapi dalam satu kerangka kebangsaan gitu,” tambahnya.

Prasetyo menambahkan, kehadiran Presiden pada penutupan acara juga merupakan permintaan panitia agar Prabowo kembali menyampaikan arahan kepada para peserta konvensi.

“Nah, kemudian ada permohonan kalau Bapak Presiden waktunya luang, dari panitia menyampaikan apakah berkenan untuk menutup acara konvensi kali ini dan mungkin sekaligus memberikan kembali arahan-arahan dan pandangan-pandangan dari Bapak Presiden, dan tadi banyak ilmu baru dari Pak Presiden yang diajarkan kepada kita semua,” ujarnya.