Mensos: Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan 10 Juta Keluarga

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Forum Merdeka Barat 9 (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Forum Merdeka Barat 9 (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyebut jumlah penerima jaminan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Indonesia mengalami kenaikan yang sangat signifikan di pemerintahan Jokowi-JK.

"Ada kenaikan sangat signifikan. Di tahun 2014, penerima PKH baru 2,7 juta. Kemudian bergerak secara signifikan. Berharap insyaallah tahun depan menjadi 10 juta keluarga," ujarnya dalam Konferensi Pers Forum Merdeka Barat 9 di Gedung Binagraha, Veteran, Jakarta Pusat , Senin (23/10).

Khofifah menjelaskan, yang berhak menerima bantuan PKH yakni program perlindungan sosial melalui pemberian uang non tunai, adalah para perempuan dengan kualifikasi tertentu.

"PKH yang memenuhi kualifikasi prasyarat tertentu ibu hamil, memilki balita, punya anak SD, SMP, SMA. Hanya bisa diakses oleh perempuan. Yang tidak punya, tidak bisa akses PKH," jelas Khofifah.

Adapun dampak postif PKH bagi para penerimanya adalah peningkatan pola konsumsi keluarga.

"Tahun 2015 dan 2016, kontribusi penerima PKH terhadap konsumsi dan pengeluaran makanan ada peningkatan. Kami akan ada pendampingan yang juga mengajak para KKM dapat mengakses layanan medis," ujar Khofifah.

Dalam konferensi pers bertajuk Pemberdayaan dan Keberpihakan untuk Mengatasi Ketimpangan itu, Khofifah juga menjelaskan soal Kartu Keluarga Sehat (KKS). Ia menjelaskan perbedaan KKS yang diluncurkan pada akhir tahun 2014 dengan KKS yang diterima sekarang.

"Bedanya adalah di belakangnya ada garis hitamnya, berarti bisa akses ATM. Kemarin kami meluncurkan ATM offline. Daerah tertinggal dan pedalaman bisa semakin mudah terlayani secara non tunai dengana EDC offline," papar Khofifah.

"Ada 4 bank negara yg menyalurkan bantuan, terbesar sesuai urutan yaitu BNI, BRI, Mandiri, BTN. Keempat bank negara ini ketika menerima bansos yang (misal) kartunya BNI, tetap bisa mengambil di ATM lain," lanjutnya.

Khofifah menambahkan, Keluarga Kurang Mampu (KKM) yang menerima pendistribusian KKS antara lain adalah ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas.

"Untuk lansia dan disabel adalah layanan baru November 2016. Kita punya data BPS 2,8 juta orang lansia terlantar. Dari lansia terlantar, yang mendapatkan akses adalah lansia diatas 70 tahun dan disabilitas berat (fisik dan non fisik)," jelas Khofifah.