Mensos Risma Ogah Bangun Gedung Baru: Lebih Baik Beli Alat Bantu Disabilitas

11 Agustus 2023 21:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Sosial Tri Rismaharini di penyerahan bantuan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (1/6/2023) Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Sosial Tri Rismaharini di penyerahan bantuan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (1/6/2023) Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku sejak awal menjadi menteri, dirinya tidak ingin membangun gedung baru. Dibanding untuk gedung, anggaran Kemensos lebih baik digunakan untuk alat bantu disabilitas.
ADVERTISEMENT
"Karena menurut saya itu yang sangat diperlukan untuk saudara-saudara kita disabilitas dibandingkan kita bangun gedung terus," kata Risma usai Rakernas Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial PP Muhammadiyah di SM Tower Convention and Hotel Yogyakarta, Jumat (11/8)
Akhirnya dibikinlah sejumlah alat salah satunya untuk penderita Cerebral Palsy.
"Dia yang selama ini duduk saya minta dia bisa berdiri. Kita bisa ikat di sini, di sini dan alhamdulillah itu bisa terealisasi," ujarnya.
Kemudian dibikin pula modifikasi roda tiga hingga sepeda listrik. "Ada roda tiga yang kita berikan untuk saudara kita yang disabilitas untuk alat bantu kerja mereka," jelasnya.
Menteri Sosial Tri Rismaharini di penyerahan bantuan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Kamis (1/6/2023) Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Risma juga menginisiasi tongkat untuk tunanetra. Menurutnya banyak tunanetra yang tak aman menggunakan tongkat konvensional karena kondisi jalanan yang tidak aman.
ADVERTISEMENT
"Saya juga lihat sering kali mereka harus dituntun dipandu, nah saya sampaikan kita harus usahakan mereka harus mandiri, minimal di lingkungan mereka," jelasnya.
"Karena itu kemudian dan saya punya pengalaman ada warga saya yang kemudian meninggal ada yang terbakar saat kebakaran karena dia tidak tahu karena ada kebakaran kemudian ada yang tenggelam kena banjir, nah dari pengalaman itu saya minta staf saya membuat tongkat yang ada sensornya tentang kebakaran, api, sensor air dan gas udara jelek. Jadi itu akan berbunyi tongkat itu," bebernya.
Tongkat itu juga bisa jadi pemandu. Ketika di depan ada jalan objek, maka sekian centimeter sebelum objek tongkat akan berbunyi. Sehingga pengguna bisa menghindar.
"Kemudian yang berikutnya yang pasti tongkat itu ada GPS-nya sehingga mudah dicari kalau mereka kesasar atau apa. Lalu menggunakan solar cel sehingga tidak terlalu membutuhkan listrik untuk operasionalnya," jelasnya.
ADVERTISEMENT
"Targetnya semampu anggaran saya. Pokoknya kita ada kita berikan, kita ada kita berikan," katanya.