Mensos soal Demo Efisiensi Anggaran #IndonesiaGelap: Bansos Rakyat Tak Berkurang
·waktu baca 2 menit

Menteri Sosial Saifullah Yusuf merespons demo bertagar #IndonesiaGelap untuk menolak pemangkasan/efisiensi anggaran — utamanya di bidang pendidikan — di sejumlah daerah pekan lalu.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan masyarakat berunjuk rasa. Baginya, efisiensi anggaran sebenarnya untuk kepentingan masyarakat.
"Tidak ada masalah, yang penting dari Kementerian Sosial Sudah cukup jelas berulang-ulang saya sampaikan jatah untuk rakyat lewat bansos itu tidak ada dikurangi bahkan Presiden menyampaikan kalau dibutuhkan akan ditambahkan," katanya di sela mengikuti kerja bakti di Tahura Mangrove Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa (25/2).
Kemensos, katanya, tak mengurangi dana untuk bantuan sosial, honor pegawai, layanan terapi penyandang disabilitas hingga rehabilitasi korban bom Bali.
Honor untuk pegawai pendamping pilar-pilar sosial yang sudah dianggarkan tidak dikurangi sedikit pun," kata Gus Ipul.
Menurutnya, efisiensi yang dimaksud dalam program Asta Cita Prabowo Subianto adalah mengurangi pemakaian anggaran dalam manajemen perkantoran. Misalnya, kunjungan dinas ke luar negeri hingga pemakaian aset kantor.
"Banyak sekali yang bisa kita pangkas anggaran itu terutama yang hal-hal tidak terlalu prioritas gitulah, misalnya perjalanan ke luar negeri sesuai arahan Presiden kita penuhi sesuai Inpres, nggak ada masalah," katanya.
Pemangkasan/efisiensi anggaran merupakan perintah Prabowo dalam Inpres No 1/2025 dan ditargetkan mengumpulkan Rp 306 triliun. Adapun nilai efisiensi total akan mencapai Rp 750 triliun.
Mahasiswa yang berunjuk rasa mengkawatirkan efisiensi akan membuat biaya kuliah naik dan beasiswa dipangkas. Namun, pemerintah menegaskan bahwa kekhawatiran itu tak perlu terjadi karena anggaran untuk layanan pendidikan tidak dipangkas.
