Mensos Soroti Fenomena ASN ‘804' Berujung Sanksi, Apa Itu?
·waktu baca 2 menit

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti fenomena aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja secara formalitas tanpa kinerja nyata, yang ia sebut sebagai pola “804”.
Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan datang pukul 08.00, tidak bekerja optimal, lalu pulang pukul 16.00.
“Ada yang menyebut 804. Datang jam delapan, kosong tak melakukan apa-apa, jam empat pulang,” kata Saifullah Yusuf saat apel pembinaan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (26/3).
Kerja Formalitas
Menurutnya, pola tersebut mencerminkan rendahnya disiplin dan tidak sejalan dengan tugas ASN sebagai pelayan masyarakat.
“Jadi 804 ini datang jam delapan absen. Setelah itu haha-hihi, lalu pulang jam empat absen lagi. Bukan itu tugas kita,” ujarnya.
Ia menegaskan ASN memiliki tanggung jawab melayani masyarakat, terutama kelompok rentan seperti fakir miskin, korban bencana, dan masyarakat terlantar.
Disiplin Harga Mati
Saifullah Yusuf menegaskan kedisiplinan merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditawar.
“Sesungguhnya disiplin adalah harga mati. Tugas kita bukan sekadar administratif, bukan sekadar hadir lalu pulang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan, bahkan ada yang tidak dapat dihubungi.
“Ada ASN, ada PPPK, ada PNS yang tidak bisa dihubungi. Ada 40 orang yang nggak bisa dihubungi,” ungkapnya.
Banyak Tak Hadir Apel
Dari 2.708 pegawai yang tidak hadir, sebanyak 158 orang dipanggil untuk mengikuti apel pembinaan. Namun, hanya 38 orang yang hadir.
“Yang diundang 158, yang hadir 38. Ini juga nanti pelanggaran lagi,” ujarnya.
Terancam Sanksi Tegas
Ia menegaskan seluruh pelanggaran akan ditelusuri dan dipetakan berdasarkan tingkat kesalahannya.
“Nanti akan kita telusuri, dipetakan mana yang lalai, mana yang sengaja, mana yang berulang,” katanya.
Saifullah Yusuf memastikan ASN yang terbukti melakukan praktik “804” akan ditindak tegas, termasuk kemungkinan diberhentikan.
“Ingat ya, 804 akan diberhentikan,” tegasnya.
