kumparan
6 September 2019 15:07

Menteri Ekonomi Brasil Hina Ibu Negara Prancis

Brigitte Macron
Penampilan Stylish dari Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron. Foto: Instagram/@brigittemacronfanpage
Istri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Brigitte, mendapat hinaan dari pejabat pemerintahan Brasil.
ADVERTISEMENT
Kini, ejekan itu datang dari Menteri Ekonomi Brasil Paulo Guedes. Dia mengatakan penampilan ibu negara Prancis Brigitte itu sangat jelek.
Ungkapan itu disampaikan beberapa hari setelah Presiden Brazil, Jair Bolsonaro, lebih dulu berkomentar buruk soal penampilan istri Macron.
"Presiden mengatakannya (istri Macron buruk), dan itu benar," ujar Guedes saat menghadiri sebuah forum ekonomi pada Kamis (6/9), seperti dilansir AFP, Jumat (6/9).
"Wanita itu benar-benar jelek," katanya.
Brigitte Macron, (NOT COVER)
Penampilan Stylish dari Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron. Foto: Instagram/@brigittemacronfanpage
Namun, hinaan itu tidak berlangsung lama. Beberapa saat kemudian, ajudan Guedes menyatakan bahwa bosnya itu menyesal atas ucapannya. Dia mengatakan itu hanya lelucon.
"Guedes meminta maaf atas lelucon yang dia buat hari ini selama acara publik, ketika dia menyinggung Ibu Negara Prancis," katanya.
ADVERTISEMENT
Berbeda dengan Guedes, Bolsonaro belum menyampaikan permintaan maaf atas hinaan darinya kepada Macron atau pun istrinya.
Bolsonaro mengejek Brigitte pada Minggu (1/9), ketika dia mengomentari dengan salah satu postingan di Facebook yang menyatakan bahwa istri Macron tidak semenarik Istrinya, Michele Bolsonaro.
"Jangan mempermalukan pria itu (Macron)," tulis Bolsonaro.
"Sekarang anda mengerti mengapa Macron menganiaya Bolsonaro," katanya.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Foto: AFP/NELSON ALMEIDA
Macron menyebut perilaku Bolsonaro sangat tidak sopan. Bolsonaro tidak minta maaf akan tetapi langsung menghapus komentarnya.
Selain ribut antar presiden, Brasil dan Prancis juga tengah berselisih dalam beberapa pekan terakhir karena masalah penangan kebakaran hutan di Amazon.
Macron bersikukuh bahwa kebakaran adalah masalah dunia yang harus ditangani bersama, sementar Bolsonaro menganggap hal itu sebagai bentuk intervensi di negaranya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan