Menteri HAM Natalius Pigai Datangi Kampus Unisba Buntut Tembakan Gas Air Mata

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri HAM Natalius Pigai datangi kampus Unisba, Kamis (4/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri HAM Natalius Pigai datangi kampus Unisba, Kamis (4/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendatangi Kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) Bandung pada Kamis, (4/9). Kunjungannya merespons kericuhan yang terjadi di depan kampus Unisba saat aparat menembakkan gas air mata.

"Saya sebagai Menteri HAM datang ke sini ketemu Bapak Rektor, Ibu Wakil Rektor, dan di kampus, saya ingin memastikan bahwa kebebasan akademik tetap terlestari," ucap Pigai, Kamis (4/9).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama Menteri HAM Natalius Pigai melakukan konferensi pers mengenai pemulihan pasca-demontrasi di Kantor Kementerian Sosial Jakarta, Kamis (4/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Pigai mengatakan, kedatangannya untuk memastikan kedigdayaan akademik tetap berjalan dan mimbar akademik tetap terjaga. Ia juga menyinggung rusaknya gerbang Unisba akibat peristiwa pada Selasa (2/9) dini hari.

"Saya lihat suasana dalam seperti ini, dan gerbang depan ada yang rusak ya," kata Pigai.

kumparan post embed
Selongsong gas air mata yang ditemukan di area kampus Unisba kadaluwarsa. Selasa (2/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Pigai mendatangi kampus Unisba pada sekitar pukul 17.20 WIB. Setelah selesai pertemuan di kampus Unisba sekitar pukul 17.40 WIB, Pigai akan ke Polda Jabar untuk melihat kondisi pendemo yang ditahan.

"Saya kira itu, jadi saya ingin cek di sana, di Polda itu, hanya melihat mereka yang ditahan, itu saja," ucap dia.

Konferensi Pers BEM Unisba, Selasa (2/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Sebelumnya pada Selasa (2/9) dini hari, jalanan di depan Unisba dan Unpas ricuh usai tim gabungan TNI-Polri yang sedang berpatroli skala besar diadang oleh sejumlah massa yang memlokade jalan dan melempar bom molotov ke arah tim patroli yang direspons dengan tembakan gas air mata di depan kampus Unisba-Unpas.

Massa berlarian dan masuk ke dalam kampus-kampus di sekitar.