Menteri HAM Natalius Pigai Datangi Unud Terkait Kasus Kematian Timothy
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai mendatangi Universitas Udayana (Unud) di Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Bali, Jumat (24/10).
Kedatangannya ini berkaitan dengan dugaan bunuh diri Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa jurusan Sosiologi, yang lompat dari lantai 4 Gedung FISIP pada Rabu (22/10) lalu.
Pantauan kumparan, Pigai tiba sekitar pukul 11.30 WITA. Kedatangannya disambut langsung oleh Rektor Universitas Udayana Ketut Sudarsana. Mereka lalu masuk ke ruang pertemuan lantai 4 Gedung Pascasarjana membahas kematian Timothy.
Hingga pukul 12.15 WITA pertemuan masih berlangsung. Baik Pigai dan Ketut Sudarsana belum memberikan pernyataan tentang pertemuan tersebut.
Kematian Timothy yang lompat dari gedung kampus diolok-olok oleh sejumlah mahasiswa Unud di percakapan WhatsApp. Unud masih irit bicara mengenai identitas hingga jumlah pelaku yang membully kematian Timothy.
Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dewi Pascarani mengaku ini karena Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKT) masih menginvestigasi kasus ini secara tertutup.
Hal ini merujuk pada Permendikbudristek nomor 55 tahun 2024 tentang penanganan kasus kekerasan di Perguruan Tinggi.
Dewi mengatakan, ada sekitar 6 mahasiswa dari FISIP diduga memberikan komentar nir-empati setelah korban tewas. Namun, pihaknya masih mendata jumlah mahasiswa yang dikembalikan dari program koas oleh pihak rumah sakit akibat perundungan ini.
Sanksi awal yang diberikan adalah sebanyak 6 orang terduga pelaku telah dicopot jabatannya dari pengurus fungsional di kampus dan diberikan nilai tak lulus untuk mata kuliah yang mengandung kategori soft skill pada semester tahun ini.
Dewi mengaku para pelaku ini terancam dikeluarkan dari kampus apabila terbukti melakukan perbuatan bullying.
"Tapi maksimal ketika ada terjadi kasus perundungan dan juga pelanggaran etika itu bisa berkaca dari kasus yang sebelumnya adalah dikeluarkan dari universitas. Jika memang betul demikian," katanya, Senin (20/10).
Beberapa terduga pelaku adalah Kepala Departemen Eksternal Maria Victoria Viyata Mayos; Kepala Departemen Kajian, Aksi, Strategis, dan Pendidikan Muhammad Riyadh Alvitto Satriyaji Pratama. Mereka telah dipecat secara tidak hormat dari jabatannya.
Kemudian, Wakil Kepala Departemen Minat dan Bakat Anak Agung Ngurah Nanda Budiadnyana; dan Wakil Kepala Departemen Eksternal Vito Simanungkalit, yang juga dipecat secara tidak hormat.
Mahasiswa angkatan 2023, Putu Ryan Abel Perdana Tirta dipecat secara tidak hormat selaku Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Unud dan Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) angkatan 2022, dipecat secara tidak hormat sebagai Wakil Ketua BEM FKP.
Ada juga tiga orang mahasiswa kedokteran yang telah dikeluarkan dari program koas di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.
