Menteri Imipas Agus Harap Seluruh Lapas-Rutan di RI Dukung Ketahanan Pangan

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, mengharapkan seluruh lapas dan rumah tahanan (rutan) dapat mendukung program ketahanan pangan di Indonesia. Ia meminta tanah telantar agar dimanfaatkan secara optimal.
Hal tersebut disampaikan Agus usai meninjau pelaksanaan budidaya oleh para narapidana di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (20/6) bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
“Kami sudah laporkan kepada beliau (Titiek) bahwa seluruh lapas dan rutan itu memanfaatkan apa pun lahan yang idle, yang ada di tempat mereka, untuk dioptimalkan untuk mendukung program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” ujar Agus.
Agus mengatakan hal tersebut perlu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Khususnya agar tidak terjadi inflasi terhadap pangan.
“Ini juga upaya untuk membantu pemerintah jangan sampai nanti terjadi inflasi, misalnya kebutuhan telur bersama-sama,” kata Agus.
Atas hal itu, ia meminta seluruh lapas dan rutan turut memproduksi pangan seperti telur. Khususnya untuk kebutuhan pangan dari dalam rutan maupun lapas itu sendiri.
“Jadi kami juga minta kepada jajaran lapas dan rutan di Indonesia untuk mempersiapkan kebutuhan telur di dalam lapas dan rutan,” ungkap Agus.
Dengan demikian, kata Agus, harga pangan dapat stabil. Selain itu, lingkungan Kementerian Imipas pun dapat tidak terlibat dalam permintaan pasar sehingga kebutuhan secara lebih luas dapat tersalurkan kepada masyarakat.
“Sehingga harga stabil dan tidak menjadikan salah satu sebab kita jadi bagian yang memberikan kontribusi terjadinya inflasi itu. Itu tujuan kita,” jelas Agus.
Titiek pun mengapresiasi upaya Kementerian Imipas di Pulau Nusakambangan. Ia juga mengharapkan hal serupa dapat dilakukan di tempat lain.
“Saya atas nama Komisi IV mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan,” kata Titiek.
“Mudah-mudahan ini usaha ini bisa ditiru, diduplikasi di tempat-tempat yang lainnya,” harapnya.
