Menteri LH: 4 Perusahaan Distop Operasionalnya, Berkontribusi ke Banjir Tapsel
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengungkapkan telah menghentikan operasional empat perusahaan yang diduga menjadi penyebab banjir dan longsor di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Hanif usai Penyerahan Simbolis Dukungan Sarana Prasarana Pengelolaan Sampah Daerah, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (8/12).
"Untuk DAS (Daerah Aliran Sungai) Batang Toru yang menjadi sorotan itu ada paling tidak 8 unit izin yang hari ini sedang dievaluasi semua," ujar Hanif kepada wartawan.
"Kemudian yang 4 [perusahaan] di antaranya kita lakukan penghentian operasional karena disinyalir berkontribusi cukup besar di dalam banjir di Batang Toru," lanjut dia.
Hanif menekankan, langkah evaluasi perlu dilakukan terhadap kegiatan usaha di kawasan tersebut.
"Nah ini sedang kita lakukan penanganan lebih serius, di antaranya yang akan kita tempuh adalah dengan audit lingkungan," ucap dia.
"Kemudian persengketaan lingkungan hidup, dan kemungkinan pidana dari tiga atau empat unit ini. Nanti kita lihat dulu perkembangannya," imbuhnya.
Hanif menyebut, saat ini Deputi Penegakan Hukum melakukan penyelidikan dengan memanggil 8 perusahaan yang berada di DAS Batang Toru secara bergantian.
Pada hari ini, Senin (8/12), sebanyak 4 perusahaan yang diduga menjadi penyebab banjir di Batang Toru tengah menjalani pemeriksaan.
"Ya hari ini 8 perusahaan dipanggil secara bergantian. Hari ini 4 perusahaan, besok 4 perusahaan yang memiliki persetujuan lingkungan di dalam Daerah Aliran Sungai Batang Toru," tutur dia.
"Sudah, sudah hadir. Semuanya sudah hadir, sedang diperiksa oleh tim Gakkum. Semua, semua yang ditanyakan [ke 4 perusahaan tersebut]. Nanti mungkin agak lama pemeriksaannya," terangnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Rizal Irawan, menyebut bahwa hasil pantauan udara menunjukkan adanya pembukaan lahan masih yang memperbesar tekanan pada DAS.
Ia mengatakan, material kayu dari perusahaan tersebut yang menyebabkan erosi dalam jumlah besar.
"Dari overview helikopter terlihat jelas aktivitas pembukaan lahan untuk PLTA, hutan tanaman industri, pertambangan dan kebun sawit," kata Rizal dalam keterangannya, Sabtu (6/12) lalu.
"Tekanan ini memicu turunnya material kayu dan erosi dalam jumlah besar. Kami akan terus memperluas pengawasan ke Batang Toru, Garoga dan DAS lain di Sumatera Utara," pungkasnya.
