Menteri Nasir Klaim Jokowi Restui Rektor Asing Pimpin PT di Indonesia

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengklaim telah mengantongi restu dari Presiden Joko Widodo soal usulan rektor asing pimpin perguruan tinggi di Indonesia.
Hal itu disampaikan Nasir usai menghadiri Pengambilan Sumpah Dokter Baru ke 277 Periode II Tahun 2019 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Kamis (1/8). Menurutnya, presiden menyambut baik rencana tersebut.
"Saya sampaikan secara lisan kepada bapak Presiden, beliau setuju," ujar Nasir.
Merasa mendapat lampu hijau, Nasir kini sedang mematangkan persiapan realisasi dari usulan tersebut. Antara lain terkait budget, pengelolaan hingga sistemnya.
"Pendanaan untuk 2020 kita sudah ada, untuk tahun ini nanti akan kita lihat. Apakah bisa diambil dari sisipan tambahan," ungkapnya.
Disinggung soal adanya penolakan terkait kultur kebangsaan dan kebudayaan yang berbeda, Nasir tak mau memusingkan. Menurutnya, soal perbedaan adalah suatu kewajaran.
"Mendatangkan rektor asing tidak akan mengubah budaya, nasionalisme tetap kita jaga," katanya.
Usulan pemanggilan rektor asing itu, kata Nasir, sebagai upaya untuk bisa memajukan perguruan tinggi Indonesia. Tujuannya adalah menembus peringkat 100 besar dunia.
Menurut Nasir, usulan itu sudah digaungkan dari tahun 2016. Sejumlah akademikus dari luar negeri menurut Nasir sudah tertarik dan menawarkan diri.
"Salah satunya dari Korea, sudah menawarkan diri. Dari Amerika dan Inggris sudah bertanya bagaimana prosedurnya. Ini kan bagus, jangan menutup diri," katanya.
