Menteri P2MI Akan ke Hong Kong, Pastikan PMI Korban Kebakaran Terlindungi
·waktu baca 3 menit

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memastikan pihaknya terus mengawal penanganan WNI terdampak kebakaran apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong. Kebakaran itu menyebabkan sembilan WNI tewas.
Ia menegaskan akan berangkat ke Hong Kong dalam waktu dekat untuk memastikan seluruh pekerja migran Indonesia (PMI) di sana mendapatkan perlindungan penuh.
“Saya juga insyaallah akan berangkat ke Hong Kong dalam waktu dekat untuk memastikan bahwa pekerja migran di sana terlindungi dengan baik sesuai hak-haknya. Karena mereka rata-rata sudah ada asuransinya itu bersama BPJS Ketenagakerjaan. Jadi semuanya akan terlindungi,” ujar Mukhtarudin di Kantor KemenP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (2/12).
Ia menyampaikan, pemerintah Hong Kong dan berbagai pihak telah menunjukkan dukungan besar dalam penanganan kebakaran, termasuk dalam proses penyisiran lokasi dan penanganan korban.
“Kita mengapresiasi pemerintah Hong Kong, otoritas di sana, sangat bagus sekali. Tidak membedakan negara mana pun, perlindungannya bagus, gotong royongnya juga bagus di sana,” ucapnya.
Ia menjelaskan KP2MI telah mengirim tim satu hari setelah kejadian untuk melakukan pendampingan dan pendataan korban.
“Satu hari setelah kejadian, telah mengirim tim ke sana, memberangkatkan tim dari KP2MI. Sampai hari ini masih stay di sana untuk melakukan pendampingan, pendataan terhadap pekerja migran kita yang kena musibah tersebut,” katanya.
Para WNI yang kini berada di shelter juga mendapat bantuan penuh dari pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan otoritas lokal.
“Yang di shelter, yang sekarang sudah di penampungan, tetap kita bantu, kita dampingi. Baik dari sisi suplai makanan, konseling, dan lain-lain sudah ada pendampingan semua,” tutur Mukhtarudin.
Terkait rencana pemulangan jenazah, ia menegaskan prosesnya membutuhkan waktu sesuai prosedur otoritas setempat.
“Mungkin perlu waktu dua minggu sampai tiga minggu, biasanya baru kita pemulangan. Jadi Kementerian P2MI akan bertanggung jawab dan akan mengurus semua. Dari proses di sana, sampai pemulangan, sampai ke keluarganya, diantarkan sampai ke kampung halamannya,” ujarnya.
Mukhtarudin menambahkan bahwa komunikasi dengan keluarga korban tewas yang berada di Indonesia juga sudah berjalan.
“Sudah dikomunikasikan. Sudah teridentifikasi, namanya sudah ada dan kita sudah komunikasikan dengan keluarganya,” katanya.
Sementara itu, KJRI Hong Kong berupaya memulangkan WNI korban kebakaran di Wang Fuk Court secepat mungkin.
“Tentunya repatriasi jenazah WNI diupayakan sesegera mungkin,” ucap Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan.
“Namun demikian, tentu terdapat sejumlah faktor yang harus diperhatikan, termasuk perampungan proses identifikasi, verifikasi dan proses-proses lain yang dilakukan oleh otoritas setempat,” sambung dia.
Oleh sebab itu, Clemens menyebut sampai sekarang belum ada tanggal pasti mengenai kapan pemulangan itu terlaksana.
Adapun data dari Kemlu RI pada Senin (1/12), selain sembilan korban jiwa, sebanyak 100 WNI yang tinggal di apartemen itu selamat dari kebakaran.
Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Distrik Taipo terjadi pada Rabu, 26 November 2025 siang hari. Kala itu 7 dari 8 menara apartemen sedang direnovasi atau pemeliharaan.
Apartemen itu terdiri dari 2.000-an unit dan dihuni sekitar 4.500 orang. Mayoritas WNI yang tinggal di sana bekerja sebagai pekerja migran sektor domestik.
