Menteri P2MI: Kampanye Migran Aman Wujud Komitmen Lindungi Pekerja RI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan International Migrant Day yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. Kementerian P2MI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan International Migrant Day yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. Kementerian P2MI

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan kampanye Migran Aman menjadi bentuk komitmen dan kehadiran negara dalam memastikan pelindungan pekerja migran Indonesia yang menyeluruh dan bermartabat.

Hal itu disampaikan Menteri Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan International Migrant Day yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (18/12/2025).

“Kampanye Migran Aman kita luncurkan untuk menegaskan bahwa negara hadir dalam setiap tahapan migrasi kerja, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja, hingga kepulangan pekerja migran Indonesia ke tanah air,” kata Mukhtarudin.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan International Migrant Day yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. Kementerian P2MI

Mukhtarudin menjelaskan, kampanye itu, tak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai migrasi kerja yang aman dan prosedural, namun juga menjadi bagian dari penguatan sistem pelindungan pekerja migran yang terintegrasi.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian P2MI meluncurkan Aplikasi Migran Aman, sebuah platform digital terintegrasi yang menghubungkan layanan pekerja migran Indonesia dari tahap persiapan, penempatan, hingga kepulangan.

Menurut Mukhtarudin, aplikasi tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan satu pintu yang transparan, cepat, dan akuntabel, sekaligus mencegah praktik penempatan non-prosedural.

“Jadi nanti dalam aplikasi ini, semua data akan terintegrasi dengan Data Imigrasi, Peduli WNI milik Kemenlu, BPJS Ketenagakerjaan, Kemendagri, dan juga HIMPSI terkait psikologi. Jadi integrasi data ini kita akan rangkum dalam sebuah aplikasi yakni Migran Aman,” ujarnya.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan International Migrant Day yang digelar di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. Kementerian P2MI

Mukhtarudin menambahkan, pelindungan pekerja migran Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai respons atas persoalan, melainkan sebagai komitmen jangka panjang negara dalam membangun sistem migrasi kerja yang aman, tertib dan berkeadilan.

“Pekerja migran Indonesia adalah bagian penting dari wajah Indonesia di mata dunia. Negara berkewajiban memastikan mereka terlindungi dan bekerja dengan martabat,” tutupnya.