Menteri Susi dan Jargon 'Masuk, Tangkap, Tenggelamkan'

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susi Pudjiastuti. (Foto: Iqra Ardini/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Susi Pudjiastuti. (Foto: Iqra Ardini/kumparan)

Buat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti urusan pencuri ikan belum selesai. Dia pun menyayangkan kalau ada yang berpikiran kalau pencuri ikan sudah dibereskan.

Baca: Pesawat Susi Air Ditembaki di Puncak Jaya

Lewat akun twitternya @susipudjiastuti dia berbicara soal pencuri ikan yang akan mencoba kembali masuk ke laut Indonesia.

"Ilegal Fishing tidak akan pernah berhenti total. Pencuri selalu mencoba kembali. Bodoh kita kalau berpikir sudah selesai dengan pencuri ikan," jelas Susi seperti dikutip kumparan (kumparan.com), Jumat (16/6).

Menurut Susi, pencuri ikan tidak akan berhenti karena dengan mencuri itu akan membuatnya mendapatkan ikan. Dan di negara si pencuri itu ikan sudah habis karena overfishing.

"Wilayah EEZ itu pencurian. Benar ikan berenang dan ada jenis ikan migratory yang migrasi.Tapi selama ikan masih di wilayah kedaulatan milik kita," tegas dia.

Susi lalu menyampaikan ancamannya yang mirip ala jargon kaisar Romawi Julius Caesar, vini vidi vici 'saya datang, saya lihat, saya menang'.

Kalau Susi punya jargon sendiri, si pencuri ikan masuk ke wilayah Indonesia, lalu akan ditangkap kapalnya, dan ditenggelamkan. 'Masuk, Tangkap, Tenggelamkan'.

Masuk wilayah kedaulatan kita untuk ambil ikan kita, saya tangkap dan tenggelamkan. Kalau tidak mau ditenggelamkan, tunggu saja di negara masing-masing

Bagaimana menurut kamu ancaman Susi ini?

video youtube embed