Menu MBG di Kasus Keracunan Bandung Barat Jilid 2: Ayam Geprek hingga Stroberi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). Foto: kumparan

Sejumlah siswa di Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat kembali mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (24/9). Kasus ini disebut keracunan MBG di KBB jilid 2. Jilid 1 terjadi pada Senin lalu.

Korban keracunan jilid 2 mengalami gejala pusing, mual, hingga kejang usai menyantap menu berisi ayam geprek, tahu, sambal, sayuran, dan stroberi.

"Tadi itu dikasih ayam tepung, tahu, sambal, stroberi, habis itu sayurannya," kata Ikhsan (17), siswa SMK Karya Perjuangan yang menjadi salah satu korban keracunan, Rabu (24/9).

Ikhsan mengungkapkan dari lauk yang disajikan tidak ada yang mencurigakan. Namun, ia mengaku terdapat belatung pada stroberi.

"Kalau dari ayam aman, soalnya saya perhatian mulu kalau mau dimakan, dilihat-lihat dulu, cuma stroberinya yang kayaknya ada belatungnya," ucap Ikhsan.

Menu yang sama juga diterima oleh siswa di MTs Muslimin Cipongkor.

"Kalau menu yang tadi itu, ya nasi, kemudian ayam, ayam pakai tepung gitu, ayam geprek gitu, cuma dipisah sambalnya. Kemudian buahnya itu stroberi. Ada tahu cincang gitu," ujar Zaenal Arif, Kepala Sekolah MTs Muslimin Cipongkor, Rabu (24/9).

Puluhan siswa yang keracunan MBG menjalani perawatan di Kantor Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025). Foto: Linda Lestari/kumparan

Zaenal membagikan makanan itu pukul 7.30 WIB, sebelum siswa memulai kegiatan belajar.

"Kita makannya itu pagi, jam 7.30 WIB sebelum masuk. Maksudnya itu kita kasihkan dulu (ke siswa) karena takut panas kan kena cahaya matahari penyimpanannya. Jadi udahlah, makan dulu aja," ucap Zaenal.

Sementara itu, orang tua korban, Wulan (30), menyebut tidak ada yang aneh dari makanan yang dikonsumsi anaknya, Tasya (13), siswa MTs Muslimin Cipongkor. Tasya baru merasakan gejala ketika sampai di puskesmas.

"Di rumah belum terasa apa-apa. Cuma katanya kan ini makanan, katanya disuruh dibawa ke puskesmas. Nah, pas sampai di sini langsung lemes, jatuh," ujar Wulan.

Keracunan Jilid 1

Sebelumnya keracunan massal MBG jilid 1 terjadi pada Senin (22/9) yang menyebabkan 411 siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit. Status KLB ditetapkan.

Kasus keracunan jilid 2 ini berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) โ€” dapur penyedia MBG โ€” berbeda dari yang pertama.

Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah, mengatakan kasus keracunan pertama berasal paket makanan produksi SPPG Yayasan Rajib Putra Barokah dengan nama Dapur Makmur Jaya di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor.

Sedang keracunan jilid 2 makanan disuplai dari dapur MBG di Kampung Pasirsaji, Desa Sarinagen, Cipongkor.

"Untuk kasus baru ini berasal dari dapur berbeda. Karena dapur MBG ini (kasus hari ini) masih beroperasi," kata Yuyun, Rabu (24/9).