Menuju ke Rangkasbitung Pakai KA Lokal Sebelum Diganti KRL

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian telah merampungkan proyek elektrifikasi jalur kereta api (KA) Maja-Rangkasbitung sepanjang 17 km. Jalur ini akan terkoneksi dengan jalur KRL Tanah Abang-Maja sepanjang 55,5 km yang dioperasikan PT Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ).
Rencananya, Kereta Rel Listrik (KRL) rute Tanah Abang-Rangkasbitung sepanjang 72,5 km akan mulai beroperasi pada awal bulan ini.
Sebelum KRL beroperasi, perjalanan dari Jakarta menuju Rangkasbitung dengan kereta api dilayani oleh KA Lokal Rangkas. Mumpung belum dihapus dan digantikan KRL, kumparan mencoba naik kereta tersebut. Bagaimana rasanya?

Perjalanan pertama KA Lokal Rangkas start pada pukul 08.13 WIB melalui Stasiun Angke. Harga tiketnya lumayan murah, cukup Rp 5.000. Anda juga bisa memilih sendiri tempat duduk, bebas semaunya.
Masuk ke dalam Stasiun Angke, tiket diperiksa secara manual oleh petugas. Petugas hanya memberikan coretan tanda tiket tersebut sudah diperiksa.
Kali ini lokomotif seri CC 2018903 siap menarik 7 gerbong KA Lokal Rangkas 354. Saat berjalan kecepatannya hanya 30-50 km/jam. Cukup pelan.
Melipir ke dalam gerbong kereta, beberapa pendingin ruangan (AC) kondisinya sudah bocor tapi terasa dingin. Selain itu juga tersedia colokan listrik yang kondisinya masih cukup baik.

Yang menarik dari KA Lokal Rangkas adalah perbedaan jenis tempat duduk alias kursi di masing-masing gerbong. Ada 3 gerbong yang menggunakan kursi kereta jarak jauh. Sedangkan 3 gerbong lainnya menggunakan kursi plastik bak Metromini.
Yang unik ada 1 gerbong kereta yang menggunakan tempat duduk papan kayu. Modelnya memanjang seperti tempat duduk KRL. Rasanya tentu saja beda, KRL empuk yang ini keras.
"Tapi nyaman juga," kata salah satu penumpang, Setiono, sambil tertawa, Kamis (2/2).
Sesuai jadwal, KA Lokal Rangkas 354 hanya berhenti di 15 stasiun yaitu Angke, Duri, Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Sudimara, Serpong, Cisauk, Parungpanjang, Cilejit, Daru, Tenjo, Tigaraksa, Maja, Citeras dan terakhir Rangkasbitung. Rata-rata kereta hanya berhenti 3 sampai 4 menit di masing-masing stasiun.

Suasana berubah saat kereta mulai memasuki daerah Banten. Nuansa gedung dan hiruk pikuk ibu kota Jakarta diganti dengan pemandangan sawah dan pepohonan.
Meskipun deru laju kereta terdengar keras, suasana di dalam gerbong sungguh senyap. Alasannya tidak lain karena kebanyakan penumpang tertidur.
Hingga tak terasa, sampai juga di Stasiun Rangkasbitung, Banten. Waktu menunjukkan pukul 10.35 WIB. Itu artinya perjalanan dari Stasiun Angke menuju Stasiun Rangkasbitung ditempuh dalam waktu 2 jam 22 menit. (Novan Nurul Alam)
