Menunggu dengan Doa: Kisah Ortu 3 Kali Dampingi Anak Jalani UTBK
·waktu baca 3 menit

Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) menjadi salah satu jalur utama bagi calon mahasiswa untuk memasuki perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia pada 2026. Salah satu lokasi pelaksanaan ujian berlangsung di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).
Berdasarkan pantauan kumparan pada pukul 08.45 WIB, suasana di kampus Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ), Kampus Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada hari ketiga pelaksanaan UTBK, Kamis (23/4) tampak cukup tenang di tengah berlangsungnya sesi pertama ujian.
Berdasarkan kebijakan kampus untuk menjaga kondusivitas pelaksanaan ujian, para orang tua tampak menunggu di luar area kampus sembari menanti anak-anak mereka menyelesaikan tes.
Di antara para orang tua yang menunggu, Suryati (52) terlihat duduk tenang sejak pagi. Ia datang untuk mengantar putranya, Alvin Saputra, yang mengikuti UTBK untuk ketiga kalinya.
“Dari pagi tadi jam 6,” ujar Suryati saat ditemui di UPN Veteran Jakarta.
Perempuan asal Tebet itu sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari keterlambatan. Ia memperkirakan perjalanan menuju lokasi ujian bisa memakan waktu cukup lama, terutama saat kondisi lalu lintas padat.
“Kalau sini kan agak jauh, lumayan 1 jam kalau nggak macet. Kalau macet banget gitu bisa 1 jam setengah, 2 jam udah nyampe itu,” katanya.
Meski anaknya telah dua kali gagal dalam UTBK sebelumnya, Suryati tidak menunjukkan kegelisahan berlebih. Ia memilih untuk berserah dan tetap memberi dukungan penuh.
“Enggak, biasa aja. Pasrah aja sama Allah. Rezeki apa kan semuanya udah diatur sama Gusti Allah,” ucapnya.
Suryati mengungkapkan, putranya sebelumnya memilih jurusan akuntansi dalam dua percobaan, tapi belum berhasil lolos. Pada kesempatan ketiga ini, ia mencoba strategi berbeda dengan memilih jurusan yang dianggap memiliki persaingan lebih rendah.
“Yang ketiga kali, dua kali nggak lolos. Karena mungkin jurusannya banyak peminat,” kata Suryati.
“Kayak multimedia tadi. Cuma milihnya kampusnya UNJ, UI sama satu lagi,” lanjutnya.
Dalam proses pemilihan jurusan, Suryati mengaku sempat memiliki harapan berbeda untuk anaknya. Namun, ia akhirnya memilih mengikuti minat sang anak.
“Iya saya pengennya jadi perawat. Anaknya kurang suka ya, ya sekarang saya pasrah aja. Anaknya suka yang apa ya saya ngikut,” ujarnya.
Selain mendampingi secara langsung, Suryati juga melakukan berbagai persiapan secara spiritual. Ia bangun sejak dini hari untuk beribadah sebelum mengantar anaknya.
“Salat malam, puasa. Doain supaya lancar aja itu ujiannya, bisa dapat yang dia mau,” katanya.
Pagi itu, ia juga menyiapkan sarapan sederhana agar anaknya tetap siap mengikuti ujian. “Iya dari setengah empat saya udah bangun, salat malam dulu terus ya udah langsung simpel aja yang bikin sarapan yang cepat, dadar telur kayak gitu aja sama bikin mie kayak gitu doang,” tuturnya.
Meski harus menunggu cukup lama di luar area kampus, Suryati tetap tampak semangat. Ia mengisi waktu dengan berdoa sambil berharap hasil terbaik untuk anak bungsunya tersebut.
“Alhamdulillah semangat. Sambil doa juga biar anaknya lancar,” ucapnya.
Baginya, UTBK kali ini menjadi harapan besar setelah dua kegagalan sebelumnya. Ia berharap usaha anaknya selama ini dapat membuahkan hasil.
“Ya mudah-mudahan anakku lolos, bisa kuliah, bisa tercapai cita-citanya itu aja. Bisa kerja nanti,” ujar Suryati.
Adapun pelaksanaan UTBK SNBT 2026 diadakan secara serentak sejak 21 April 2026 dan akan berlangsung hingga 30 April mendatang. Selama 10 hari, ujian dilaksanakan pada pusat UTBK di 74 perguruan tinggi negeri (PTN) seluruh Indonesia.
Untuk pelaksanaannya, ujian berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 06.45-10.30 WIB dan sesi kedua pukul 12.30-16.45 WIB.
