Menunggu Dermawan Bantu Masjid di Gunungkidul yang Ditinggal Donatur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pembongkaran Masjid Al-Huda Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. 
 Foto: Masjid Masjid Al-Huda
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembongkaran Masjid Al-Huda Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Masjid Masjid Al-Huda

Masjid di Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, sudah terlanjur dibongkar. Namun, donatur tak ada kabarnya.

Hal ini membuat warga sedih. Pasalnya, mereka tertipu donatur yang berjanji akan merenovasi Masjid Al-Huda, satu-satunya masjid yang ada di pedukuhan tersebut.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al-Huda, Budi Antoro, mengatakan pada November 2025 silam dua orang masing-masing warga Gari dan satu orang warga Kapanewon Ngawen datang menemui sesepuh Gari dan berniat jadi donatur pembangunan masjid.

"Dengan syarat masjid dibongkar, kemudian dengan syarat-syarat yang lain termasuk RAB (rancangan anggaran biaya) kami penuhi. Namun di perjalanan ternyata lama tidak berproses," kata Budi melalui sambungan telepon, Senin (5/1).

Proses pembongkaran Masjid Al-Huda Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Masjid Masjid Al-Huda

Kecurigaan Warga

Saat awal pembongkaran, komunikasi dengan warga Ngawen berinisial H itu masih lancar. Namun, lama kelamaan warga merasa ada kejanggalan. Mereka kemudian mengecek ke yayasan dan tokoh yang disodorkan oleh H.

Sosok H sendiri tak bisa dihubungi. Sementara warga Gari yang bersama H menurut Budi juga menjadi korban.

"Yang warga kami itu hanya tangan kanan yang orang pertama (inisial H). Warga kami tidak tahu pasti hanya diberi informasi seperti ini, disuruh menghubungi kita," jelasnya.

Anggaran Pembangunan Rp 1,8 Miliar

Proses pembongkaran Masjid Al-Huda Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Masjid Masjid Al-Huda

Biaya pembangunan masjid tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,8 miliar.

“Memang biayanya cukup tinggi. Sebenarnya kami akan memulai pembangunan setelah Lebaran. Kami akan membangun masjid berukuran besar dengan anggaran kurang lebih Rp 1,8 miliar,” kata Budi.

Donatur disebut berjanji akan membangun masjid dengan syarat bangunan lama terlebih dahulu dirobohkan.

H disebut mencatut nama yayasan dan tokoh tertentu. Hal itu diketahui warga setelah mereka melakukan pengecekan langsung kepada pihak-pihak yang disebutkan.

Proses pembongkaran Masjid Al-Huda Pedukuhan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Foto: Masjid Masjid Al-Huda

Tak Lapor Polisi

Karena bangunan sudah telanjur dibongkar, warga kini bergerak mencari donasi secara mandiri. Menurut Budi, sudah ada beberapa donasi yang masuk. Warga berupaya semaksimal mungkin agar masjid dapat kembali berdiri.

“Bangunan sudah rata dengan tanah. Hari ini kami memulai pembuatan fondasi talud untuk memulai pekerjaan sedikit demi sedikit. Dana yang sudah ada kami gunakan untuk bergerak,” tuturnya.

Meski merasa telah ditipu, warga mengaku tidak akan melaporkan kasus ini ke kepolisian.