Menunggu Perdamaian di Gaza Lewat Gencatan Senjata

16 Januari 2025 9:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga Gaza di Deir el-Balah menyambut tercapainya kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas, pada Rabu (15/1).  Foto: Eyad BABA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Warga Gaza di Deir el-Balah menyambut tercapainya kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas, pada Rabu (15/1). Foto: Eyad BABA / AFP
ADVERTISEMENT
Israel dan Hamas akhirnya setuju menyepakati gencatan senjata. Perundingan antara 2 pihak yang bertikai ini dimediasi oleh pemerintah Qatar, Amerika Serikat dan Mesir.
ADVERTISEMENT
Pada Rabu (15/1), para pihak ini sepakat untuk mengakhiri pertempuran di Gaza. Pengumuman itu disampaikan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani.
Dilansir AFP, Sheikh Mohammed menyebut, gencatan senjata akan berlaku efektif pada Minggu (19/1) nanti. Lantas apa saja poin-poin dari gencatan senjata yang sudah dirancang berbulan-bulan itu? Berikut kumparan rangkum.
Dibagi Menjadi 3 Tahap
Pada tahap pertama, gencatan senjata akan berlangsung selama 42 hari. Pada tahap ini, Hamas akan membebaskan 33 sandera Israel yang terdiri dari perempuan, anak-anak, orang tua, hingga mereka yang sakit dan terluka.
Israel yakin sebagian besar masih hidup. Keyakinan Israel belum dikonfirmasi Hamas.
Jika berjalan sesuai rencana, pada hari ke-16 sejak kesepakatan mulai berlaku, negosiasi akan dimulai pada tahap kedua. Tujuannya adalah mengamankan pengembalian sandera yang masih hidup yang terdiri dari tentara pria dan pria sipil yang lebih muda dan pengembalian jenazah sandera.
Gadis Israel dibebaskan oleh pejuang Palestina di Gaza sambil membawa anjing pada gencatan senjata hari kelima, Selasa (28/11/2023). Foto: admin
Sebagai imbalan atas para sandera Hamas, Israel akan membebaskan sejumlah besar tahanan Palestina, termasuk beberapa yang menjalani hukuman panjang karena serangan mematikan. Belum ada jumlah pasti berapa yang akan dipulangkan. Israel menyebut mencapai ratusan, sedangkan Palestina berharap akan lebih dari 1.000 orang.
ADVERTISEMENT
Ke mana para tahanan Palestina akan dikirim pulang belum disetujui, tetapi siapa pun yang dihukum karena pembunuhan atau serangan mematikan tidak akan dibebaskan ke Tepi Barat.
Siapa pun yang ikut serta dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel tidak akan dibebaskan.
Pasukan Israel Ditarik dari Gaza
Pada 42 hari gencatan senjata ini, pasukan Israel akan ditarik dari wilayah padat penduduk di Gaza. Tujuannya, agar pertukaran sandera bisa berlangsung lancar, termasuk para jenazah dan para pengungsi agar kembali.
Seorang wanita terjatuh dan dikelilingi tentara Israel bersejata lengkap, Kamis, 29 Februari 2024. Foto: Oren Ziv / AFP
Pada fase ini, akan dipulangkan juga para tentara laki-laki, laki-laki yang memasuki usia wajib militer, hingga mereka yang tewas.
Militer Israel akan tetap mempertahankan buffer zone pada fase ini. Jaraknya 800 meter di dalam Gaza. Merentang dari Rafah di Selatan, sampai Beit Hanun di Utara.
ADVERTISEMENT
Mereka tak akan menarik pasukan sepenuhnya, sampai semua sandera dipulangkan dengan selamat.
Mekanisme Mengakhiri Perang
Sheikh Mohammed mengemukakan, gencatan senjata ini adalah langkah awal untuk mengakhiri perang secara permanen. Para mediator akan memonitor proses ini dari Kairo, Mesir.
Lalu, mekanisme tahap kedua dan tahap ketiga akan dinegosiasikan saat pelaksanaan tahap pertama. Presiden Joe Biden menyebut, finalisasi tahap kedua ini yang akan menjadi pondasi bagi perdamaian yang permanen.
Karena, pada tahap kedua akan terjadi pertukaran tahanan menyeluruh. Para serdadu yang disandera. Lalu, Israel akan menarik semua pasukannya dari Gaza.